#Kesehatan#VirusKorona

8 Kepala Negara Telah Menerima Vaksin Tiongkok

( kata)
8 Kepala Negara Telah Menerima Vaksin Tiongkok
Seorang tenaga kesehatan menyiapkan suntikan vaksin Covid-19 buatan perusahaan Sinopharm. (AFP)


Beijing (Lampost.co) -- Setidaknya delapan kepala negara telah menerima vaksin Tiongkok. Pernyataan disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying saat ditanya mengenai laporan seputar vaksin Covid-19 buatan Negeri Tirai Bambu pada Jumat, 19 Februari.

"Sejauh yang saya tahu, setidaknya delapan kepala negara atau pemerintah telah menerima vaksin Tiongkok," kata Hua, dilansir dari laman Xinhua pada Sabtu, 20 Februari 2021.

"Itu merupakan bentuk keyakinan mereka terhadap keamanan dan efektivitas vaksin Tiongkok," lanjutnya.

Menurut laporan berbagai media, negara-negara kaya telah membeli banyak vaksin Covid-19 buatan Barat. Beberapa negara bahkan membeli vaksin dua hingga tiga kali lipat dari jumlah populasinya.

Namun setelah opsi mendapatkan vaksin Barat sudah mulai terbatas, beberapa negara berkembang mulai melirik kepada vaksin buatan Tiongkok. Sejauh ini vaksin Tiongkok yang dikenal publik adalah buatan perusahaan Sinovac dan Sinopharm.

Hua mengklaim vaksin-vaksin Tiongkok kini sudah menjadi andalan terpercaya bagi beberapa negara berkembang dalam memerangi pandemi Covid-19.

"Kami sangat senang saat mendengar bahwa vaksin-vaksin Tiongkok dapat memenuhi kebutuhan mendesak sejumlah negara," tutur Hua.

Menurut Hua, banyak negara mengirim pesawat sewaan ke Tiongkok untuk mendapatkan vaksin. Bahkan, lanjut dia, beberapa kepala negara telah datang langsung ke bandara untuk menyambut kedatangan vaksin Tiongkok.

Menekankan bahwa tujuan Tiongkok adalah menjadikan vaksin sebagai produk publik global, Hua meminta semua pihak untuk bersatu dalam menentang nasionalisme vaksin dan mendorong kesetaraan aksesnya, terutama di negara-negara berkembang.

"Tiongkok akan terus mengembangkan kerja sama vaksin dengan negara-negara relevan dalam berbagai cara. Tiongkok akan berkontribusi dalam upaya mengalahkan pandemi ini," pungkas Hua.

 

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar