#pencurian#kriminal#beritalamsel

8 Ekor Sapi di Lamsel Disikat Maling dalam Tiga Bulan

( kata)
8 Ekor Sapi di Lamsel Disikat Maling dalam Tiga Bulan
Aksi pencurian sapi di Lampung Selatan, sisakan jeroan. Foto: Dok

Kalianda (Lampost.co): Kasus pencurian sapi di sejumlah wilayah kecamatan di Lampung Selatan, semakin hari semakin menjadi. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Lampost.co, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, sebanyak 8 ekor sapi warga hilang dicuri di empat kecamatan yang berbeda. 

Di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas; dan Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, modus yang dilakukan kawanan pencuri dengan memotong sapi curian dan meninggalkan jeroan tidak jauh dari lokasi rumah korban. 

Sedangkan di Desa Kemukus, Kecamatan Ketapang; dan Desa Transtanjungan, Kecamatan Katibung, sapi hilang dicuri dari kandang dan diangkut menggunakan kendaraan. 

Terakhir, di Dusun Tegalrejo, Desa Transtanjungan, Kecamatan Katibung, dua ekor sapi betina dalam keadaan bunting milik Kusno (51) hilang di curi. 

"Kedua sapinya dalam keadaan bunting tua," kata korban, Rabu, 24 Juni 2020. 

Kedua hewan ternak yang hilang itu satu ekor sapi miliknya, sedangkan seekor lagi milik kepala desa setempat yang di gaduh (bagi hasil) sejak empat tahun silam. 
"Kalau di gaduh, anak pertama untuk yang punya, anak kedua baru punya saya," ujarnya. 

Dijelaskannya, sangat sedih apabila teringat bertahun-tahun mengurus dan memberikan pakan kedua ekor sapi yang hilang tersebut. "Istri saya sampai enggak masak dan enggak mau makan kalau ingat sapi yang hilang," kata dia.

Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Try Maradona mengatakan tim gabungan Tekab 308 Polres dan Polsek sedang menelusuri keberadaan kawanan pencuri sapi. 

"Masih didalami tim gabungan Tekab 308 Polres Lamsel dan Polsek," ujarnya. 

Mantan Kasat Reskrim Polres Metro itu menjelaskan pihaknya sudah mengendus keberadaan komplotan spesialis pencuri hewan ternak sapi. "Sudah mengendus, nanti kalau dibilang komplotannya kabur semua, sabar aja," katanya. 

Sementara itu, anggota DPRD Lampung Selatan, Suhendra menegaskan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan kegiatan ronda malam. 
"Saya tekankan melalui kepala desa untuk lebih meningkatkan ronda malam," ujarnya. 

Legislator Partai Demokrat itu mengatakan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban haruslah menjadi tanggung jawab bersama. "Kita yang menciptakan kamtibmas, untuk itu masyarakat harus berperan aktif," kata dia. 

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar