ASNpilkada

8 ASN Lamsel Tidak Netral Diajukan ke KASN

( kata)
8 ASN Lamsel Tidak Netral Diajukan ke KASN
dok Lampost.co


Kalianda (Lampost.co) -- Setelah melalui proses pengkajian, Bawaslu Lampung Selatan akhirnya merekomendasikan delapan aparatur sipil negara (ASN) di Lamsel ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) melalui Bawaslu Lampung. Kedelapan ASN itu diduga tidak netral pada Pilkada Lamsel 2020.

Hal tersebut diungkapkan, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Lamsel, Khoirul Anam saat dihubungi Lampost.co, Selasa, 10 November 2020. Dia mengatakan pihaknya telah melayangkan rekomendasi terhadap delapan ASN yang diduga melanggar netralitas ASN.

"Hasil kajian sudah kami rekomendasikan ke KASN melalui Bawaslu Lampung. Kami sifatnya hanya memberikan rekomendasi bila kedelapan ASN itu ada dugaan melanggar netralitas ASN terkait adanya foto mereka bersama calon incumbent saat merayakan ulang tahun Paslon nomor urut satu beberapa waktu yang lalu," kata dia. 

Khoirul Anam mengatakan terkait sanksi terhadap delapan orang ASN yang diduga melanggar netralitas ASN itu merupakan wewenang dari KASN. Kemudian, keputusan KASN ditembuskan ke Bupati Lamsel selaku pejabat pembina kepegawaian di daerah.

"Putusan bersalah atau tidaknya dan sanksi wewenang dari KASN. Yang jelas, Bawaslu hanya merekomendasikan saja kalau ada dugaan pelanggaran netralitas ASN," kata dia. 

Terkait dugaan netralitas ASN yang dilakukan oknum Camat Tanjung Bintang, kata Khoirul Anam, pihaknya belum bisa memastikan pernyataan oknum camat itu masuk dalam pelanggaran netralitas ASN atau bukan. Pihaknya akan bahas bersama Gakkumdu Lamsel. 

"Soal oknum Camat ini belum bisa kami jelaskan apakah pernyataan itu ada unsur pelanggaran netralitas ASN atau tidak. Masih kami bahas dulu dengan Anggota Bawaslu lainnya dan Gakkumdu," kata dia. 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar