#LestariMoerdijat#Pandemicovid-19#VrusKJorona

789 Nakes Terpapar Covid-19 saat Tangani Korban Gempa Mamuju

( kata)
789 Nakes Terpapar Covid-19 saat Tangani Korban Gempa Mamuju
Wakil Ketua MPR fraksi NasDem Lestari Moerdijat. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri


Jakarta (Lampost.co) -- Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat berharap pemangku kepentingan segera merespons laporan yang menyebut adanya ratusan tenaga kesehatan terpapar covid-19 saat bertugas menangani gempa di Mamuju, Sulawesi Barat.

Lestari menyatakan hal itu Kamis, 11 Februari 2021, menindaklanjuti pernyataan Tri Maharani, petugas emergency medical team dari Ikatan Dokter Indonesia, pada diskusi daring bertema Mitigasi Bencana di Masa Pandemi, yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, kemarin.

Tri Maharani mengungkapkan, 789 tenaga kesehatan yang bertugas menolong korban gempa di Mamuju, Sulawesi Barat terpapar covid-19. Dia berharap, para pemangku kepentingan dapat memberi perlindungan yang layak terhadap para tenaga kesehatan di kawasan bencana di masa pandemi.

"Pertambahan ratusan tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 di lokasi bencana di Mamuju, Sulbar sangat memprihatinkan. Belum lagi kondisi para relawan. Saya berharap ada upaya yang segera untuk mencegah penyebaran virus korona yang meluas di kawasan bencana," ungkap Tri Maharani.

Menurut Tri, untuk menghadapi kondisi bencana di masa pandemi perlu dirancang strategi jangka pendek dalam pencegahan penularan Covid-19 di lokasi terjadinya bencana.

Menyikapi hal itu, Rerie, sapaan akrab Lestari berharap, para pemangku kepentingan segera mengambil langkah strategis untuk melindungi tenaga kesehatan dan relawan dari ancaman paparan Covid-19 di kawasan bencana.

Apalagi, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, amanat alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945 menyebutkan bahwa salah satu tujuan bernegara kita adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Menurut Tsunami & Disaster Mitigation Research Center Universitas Syah Kuala, Ichsan bencana alam yang datang bersamaan dengan pandemi di Indonesia menuntut sejumlah perbaikan.

Perbaikan itu, antara lain dalam bentuk perbaikan kebijakan disaster management, review analisis risiko bencana-bencana yang terjadi, integrasi sistem peringatan dini dengan sistem emergency bidang kesehatan, kesiapan sistem logistik dan pengembangan relawan berbasis komunitas.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar