#nataru

76 Pos Pengamanan Disiagakan Hadapi Nataru

( kata)
76 Pos Pengamanan Disiagakan Hadapi Nataru
Kegiatan high level meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2023 di Hotel Bukit Randu, Rabu, 21 Desember 2022. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polda Lampung mendirikan 76 pos pengamanan terdiri dari pelayanan dan pengaduan dalam menghadapi Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

Dirlantas Polda Lampung, Kombes Meydianta, mengatakan 76 pos pengamanan terdiri dari 58 pos pengaduan yang tiap posnya terdapat 14 personel, 17 titik pos pelayanan terdapat 13 personel dan satu titik pos pengamanan terpadu.

"Pos itu untuk memberikan pengawasan dan pantauan dari operasi lilin yang akan terlaksana tak lama lagi. Selain itu untuk memberikan informasi kepada masyarakat khususnya pemudik," kata Meydianta, saat high level meeting TPID Jelang Nataru di Lampung, Rabu, 21 Desember 2022.

Pihaknya akan melakukan koordinasi bersama stakeholder khususnya Pemprov Lampung untuk pengawasan di sejumlah simpul transportasi.

"Kami lakukan pengawasan dan pengamanan di 14 terminal, 13 stasiun kereta api, 3 pelabuhan, dan 2 bandara di Lampung," katanya.

Menurutnya, petugas akan diturunkan di titik keramaian, yaitu 233 titik objek wisata, 70 titik lokasi pergantian tahun, dan 61 pusat perbelanjaan. Puncak keramaian itu diprediksi terjadi saat arus balik penyebrangan di Pelabuhan Bakauheni Nataru 2021 pada H+2 atau 2 Januari 2022.

"Tapi, Pelabuhan Bakauheni ada sejumlah permasalahan salah satunya penumpang memilih dermaga eksekutif, crossing pada flyover, dan calon penumpang kapal belum membeli tiket online sehingga kemacetan sering terjadi," katanya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut Operasi Lilin akan dilakukan upaya pengawalan secara estafet bagi pengendara menuju pelabuhan Bakauheni. Hal itu dengan memeriksa kesiapan calon penumpang untuk pemesanan tiket online di pos PAM jalan tol dan jalan arteri.

"Kami lakukan sejumlah antisipasi guna memastikan tidak ada kemacetan yang terjadi akibat arus balik atau volume kendaraan yang datang pada libur Nataru di Lampung. Dengan sejumlah antispasi seperti rekayasa jalan atau penyediaan kantong parkir (buffer zone)," katanya.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar