#lampung#bus#angkutannataru

76% Bus Angkutan Nataru di Terminal Rajabasa Laik Jalan

( kata)
76% Bus Angkutan Nataru di Terminal Rajabasa Laik Jalan
Petugas Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) melalui Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Lampung-Bengkulu menggelar ramp chek di Terminal Rajabasa, Bandar Lampung. Dok BPTD Wilayah Lampung-Bengkulu

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Jumlah bus untuk melayani angkutan Natal dan Tahun baru (Nataru) di Terminal Rajabasa yang laik jalan mencapai 76,7 persen. Persentease tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan serta pengecekan atau ramp check yang dilakukan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Lampung-Bengkulu.

Ramp check yang dilakukan sejak 2 Desember—5 Desember 2019 di Terminal Rajabasa, Bandar Lampung, menyasar 60 bus. Hasil ramp check menunjukkan 46 layak/laik jalan. Dari ke-46 itu yang laik jalan itu, 41 bus diizinkan operasional dan 5 mendapat peringatan dan perbaikan.

Sedangkan yang tidak layak jalan berjumlah 14 kendaraan. Dari jumlah itu 3 dilarang beroperasi dan 11 ditilang dan dilarang beroperasi.

Kepala BPTD Wilayah VI Lampung-Bengkulu, Rahman Sujana mengatakan pada Nataru arus lalu lintas pastinya akan ramai. Banyak masyarakat yang hilir mudik menggunakan kendaraan yang lalu lalang di jalan.

Pihaknya memastikan keselamatan masyarakat dengan melakukan ramp check. "Untuk angkutan massal kami akan melaksanakan ramp check di terminal pada 2-7 Desember 2019 ini," katanya kepada Lampung Post, Jumat, 6 Desember 2019.

Pemeriksaan tersebut penting dilakukan untuk keselamatan pengendara, penumpang, dan masyarakat luas. Pihaknya bersama stakeholder transportasi terkait juga terus berkoordinasi untuk menyambut persiapan Nataru, apalagi Lampung merupakan pintu masuk Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

Dia berharap masyarakat diberi keselamatan dan keamanan tinggi, yang ditandai dengan berubahnya pola kerja dan pola pikir yang lebih tanggap, cepat, efektif, efisien dalam melayani masyarakat pengguna jasa. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat juga telah melakukan koordinasi untuk meningkatkan profesionalismenya. 

"Ramp check sampai 7 Desember 2019. Nantinya kami juga akan menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut," katanya.

Sebelumnya Koordinator Penguji Kendaraan Bermotor BPTD Wilayah VI Bengkulu-Lampung, Gandi Pramana mengatakan pengecekan tersebut dalam rangka memastikan kelayakan kendaraan untuk menjamin keselamatan penumpang. Dia juga mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan, pihaknya menempelkan stiker sebagai tanda sudah dilalukan pengecekan.

Pemeriksaan menyasar kondisi mesin, rem, ban, dan lampu-lampu sehingga dinyatakan layak untuk digunakan dalam angkutan Nataru. "Kami tidak ingin kendaraan yang tidak layak masih beroperasi. Jadi untuk memastikan kendaraan tersebut layak atau tidak, kami memasang striker Nataru," katanya.

Selain di Terminal Rajabasa, ramp check juga dilakukan di Terminal Simpang Nangka, Rejang Lebong, Bengkulu. Dari kedua terminal tersebut tercatat 73% kendaraan laik jalan dan diizinkan operasional.

Kemudian 16% kendaraan ditilang dan dilarang beroperasional, 6% diberi peringatan dan perbaikan serta 5% kendaraan dilarang beroperasional.

Jumlah total kendaraan yang menjalani ramp check di Terminal Rajabasa dan Terminal Simpang Nangka mencapai 81 kendaraan dengan rincian 64 dinyatakan laik jalan dan 17 tidak layak jalan. Kendaraan yang layak jalan, yaitu 59 diizinkan operasional dan 5 diberikan peringatan dan perbaikan.

Sementara kendaraan yang tidak layak jalan dengan rincian 4 dilarang beroperasi dan 13 ditilang dan tidak boleh operasional.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar