#palestina#israel

75 Warga Palestina Terluka dalam Bentrokan di Tepi Barat

( kata)
75 Warga Palestina Terluka dalam Bentrokan di Tepi Barat
Pasukan Israel menggunakan gas air mata dalam membubarkan demonstrasi masyarakat Palestina di Beita. (Jaafar Ashtiyeh/AFP)


Tepi Barat (Lampost.co) -- Setidaknya 75 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan polisi perbatasan Israel di Tepi Barat, Jumat kemarin. Ini merupakan bentrok lanjutan dari aksi protes rutin yang dilakukan masyarakat Palestina dalam mengecam aktivitas permukiman Israel di wilayah pendudukan.

 

"Total jumlah korban luka yang dirawat tim kami dekat kota Beita dan Bayt Dajan di provinsi Nablus telah mencapai 75," lapor saluran radio Saut Al-Aqsa dan dilansir laman Tass, Sabtu, 17 Juli 2021.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina menyebutkan detail korban luka. Dari total 75 korban, 15 terkena peluru karet, 10 menderita luka tembak, 46 gangguan kesehatan akibat gas air mata, dan empat mengalami luka bakar.

Menurut keterangan Saut Al-Aqsa, beberapa aparat keamanan Israel mengganggu upaya penyelamatan korban yang dilakukan oleh Masyarakat Bulan Sabit Merah. Beberapa dokter dikabarkan terluka dalam gangguan tersebut.

Sejak akhir Mei, masyarakat Palestina di beberapa distrik selatan Nablus menggelar unjuk rasa dalam memprotes aktivitas pembangunan permukiman Israel di Mouth Sabih.

Kepolisian Israel merespons demonstrasi semacam itu dengan menggunakan gas air mata, peluru karet, atau bahkan peluru tajam.

Saat ini diperkirakan ada sekitar 650 ribu pemukim di Tepi Barat yang tinggal di 164 permukiman dan 116 titik, termasuk di Yerusalem.

Di bawah aturan internasional, semua permukiman Israel di daerah pendudukan bersifat ilegal. Namun meski mendapat kecaman dari komunitas global, Israel terus melanjutkan proyek pembangunan permukiman mereka.

Winarko







Berita Terkait



Komentar