#blankspot#internet#beritalampung

749 Desa di Lampung Blank Spot

( kata)
749 Desa di Lampung Blank Spot
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Zaidirina. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak 749 Desa di Provinsi Lampung masuk dalam wilayah tidak memiliki jaringan internet (blank spot).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Lampung, Zaidirina, mengatakan pihaknya berkoordinasi untuk menambahkan infrastruktur jaringan internet pada blank spot yang tersebar di 13 Kabupaten. Kebanyakan daerah blank spot berada di pergunungan dan perbukitan.

"Ada 749 Desa yang tidak memiliki jaringan internet, maka kami carikan solusinya," katanya usai rapat di Biro Perekonomian Kantor Gubernur Lampung, Selasa, 16 Februari 2021.

Berdasarkan survei lapangan ketersediaan sinyal handphone (HP) dan internet Desa di Lampung, dari 13 Kabupaten ada 2.435 desa. Dari jumlah tersebut terdapat 2.004 desa memiliki sinyal yang baik dan 431 desa tidak memiliki sinyal HP. Kemudian dari 2.435 desa tersebut terdapat 1.686 desa memiliki sinyal internet bagus dan 749 desa tidak memiliki sinyal internet.

Kabupaten Lampung Utara menjadi daerah terbanyak blank spot. Dari 232 desa yang ada di Lampung Utara, ada 74 desa tidak memiliki sinyal HP dan 133 desa tidak memiliki sinyal internet.

"Kami melihat kondisi geografisnya agak sulit karena berada di dataran tinggi gunung dan bukit. Sementara untuk dataran jangkauan radius jaringannya bisa sampai 30 Km. Kami juga berdiskusi dengan Nusa Net, XL dan Telkomsel. Target kami secepatnya bisa selesai," katanya.

Zaidirina juga mengatakan adanya koneksi internet sangat dibutuhkan untuk desa karena akan bersinergi mengimplementasikan program-program Gubernur Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Chusnunia Chalim seperti program kartu petani berjaya, smart village, desa berjaya.

Apabila jaringan internet sudah masuk desa, diharapkan bisa lebih efektif dan efisien dalam melakukan koordinasi dan komunikasi. Kemudian keterampilan dan inklusi, lingkungan cerdas, ekonomi cerdas, inovasi produktivitas dan kesetaraan akses bisa diimplementasikan.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar