#asuransipetani#autp#beritalamsel

705,5 Ha Tanaman Padi di Palas Terdaftar AUTP

( kata)
705,5 Ha Tanaman Padi di Palas Terdaftar AUTP
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Images

KALIANDA (Lampost.co)-- Musim kemarau kian berkepanjangan membuat petani di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, ikut program asuransi usaha tani padi (AUTP). Setidaknya, seluas 705,5 hektare (ha) tanaman padi diwilayah tersebut mendaftarkan diri pada jaminan asuransi dari Jasindo.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas, Agus Santosa saat dihubungi Lampost.co, Minggu, 18 Agustus 2019.

Dia mengaku minat petani terhadap AUTP mulai muncul ketika kemarau yang kian berkepanjangan. "Alhamdulillah, sekarang sudah banyak tanaman padi yang didaftarkan ke AUTP pada musim gaduh tahun ini. Hingga saat ini ada seluas 705,5 hektare tanaman padi yang ikut dalam program AUTP," kata dia.

Agus merinci tanaman padi yang didaftarkan AUTP berada diareal persawahan di Desa Pematangbaru satu kelompok tani seluas 68,75 hektare, tujuh Poktan di Desa Pulaujaya seluas 169,75 hektare, satu Poktan Desa Bumirestu seluas 343,5 hektare, 18 Poktan di Desa Pulautengah seluas 123,5 hektare.

"Saat ini masih dapam proses pemberkasan dan adapula yang tinggal mentrasfer biaya premi ke Jasindo. Ini adalah antisipasi dalam gagal panen saat musim kemarau," kata dia.

Dia mengimbau kepada petani yang memiliki tanaman pada dibawah umur 30 hari segera bergabung dalam AUTP. Sebab, keikutsertaan dalam AUTP itu untuk melindungi tanaman padi terhadap ancaman gagal panen saat musim kemarau. "Kemungkinan jumlah peminat AUTP ini akan terus bertambah. Kami juga melalui para Penyuluh akan terus mengimbau petani agar ikut serta dalam jaminan AUTP. Karena, kita enggak tahu kemarau ini kapan akan berakhir," kata dia.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Tani Maju Desa Pulaujaya, Iskandar mengaku dirinya memprediksi peminat peserta AUTP di desa setempat akan bertambah. Sebab, musim kemarau kian mengancaman tanaman padi. "Pasokan air juga kian menipis. Sedangkan, sumur bor di Desa Pulaujaya tidak begitu banyak. Untuk itu dari Gapoktan kami juga terus memberikan imbauan kepada petani agar daftar AUTP," ujarnya.

Armansyah

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar