#sidang#pungli

7 Saksi Hadir dalam Sidang Dugaan Pungli Jalan Tol

( kata)
7 Saksi Hadir dalam Sidang Dugaan Pungli Jalan Tol
Kepala dusun 4, Desa Kekiling, Jayadi saat di panggil Hakim karena ada perbedaan keterangan. Lampost.co/Ahmad Amri

Bandar Lampung (Lampost.co): Sidang kasus dugaan pungutan liar (pungli) atau kompensasi pembuatan jalan tol di Desa Kekiling, Lampung Selatan kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Tanjung karang, Bandar Lampung, Senin, 14 Oktober 2019.

Pada sidang kali ini, dihadirkan 7 orang saksi untuk memberikan kesaksian yang melibatkan Kepala Desa Kekiling,  Idham Husen. 

Sidang yang dipimpin Ketua Mejelis Hakim Syamsudin dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eko Adi Setianega turut menghadirkan terdakwa, Kades Kekiling, Idham Husen serta tujuh orang saksi.

Dalam sidang tersebut,  Ketua Majelis Hakim, Syamsudin mempertanyakan kepada saksi terkait apa saja surat yang dibuat.  "Saya membuat surat kepemilikan tobong bata saja," kata Mujiyanto.

Kemudian Ketua Majelis Hakim melanjutkan pertanyaannya. "Apakah ada kesepakatan pemberian uang kepada kades Kekiling?".

"Atas kesepakatan warga saja, dan keikhlasan  memberikan uang kepada pak kades, Rp2 juta kalau punya saja," ujar Mujiyanto. 

Kemudian, saksi lain, Hariyanto diberi pertanyaan serupa, yakni terkait apa saja surat yang dibuat.

"Saya hanya membuat surat keterangan kepemilikan tobong bata, melalui kepala Dusun, Jayadi," ujarnya.

 
Sementara itu, kepada Kepala Dusun 4, Desa Kekiling, Jayadi, Ketua Majelis Hakim bertanya sejak kapan informasi ganti rugi lahan kepada masyarakat.  

"Saya jadi kepada dusun dua periode, sejak tahun 2015/2016 dan proses ganti ruginya, tahun 2017,"  kata Jayadi.

 
 Kemudian JPU,  Eko Adi Setianega mrmbacakan keterangan terdakwa berdasar kan hasil BAP kepolisian. 

"Dalam BAP dari kepolisian,  saudara saksi menyebutkan kurang lebih 28 orang, dengan total uang yang diberikan, Rp50,4 juta," kata Eko Adi Setianega.

Namun hal itu dibantah oleh Jayadi. "Kalau jumlah uang itu perhitungan polisi. Untuk uang yang dititipkan warga saya tidak tahu jumlahnya, langsung saya kasihkan kepada pak kades, (Idham Husen red) untuk membangun masjid," ujarnya.

Dalam sidang, itu juga terungkap, bahwa kades meminta jatah kompensasi, jika uang ganti rugi telah cair. 

" Kades,  pernah bilang kalau sudah cair jangan lupa sama saya," tambahnya. Pernyataan itu dibenarkan oleh dua orang saksi yang ditanyakan oleh JPU. dalam sidang itu.

Ahmad Amri



Berita Terkait



Komentar