#cuaca#bmkg#bpbd

7 Daerah Rawan Bencana, Jalinbar Liwa-Krui Harus Dihindari

( kata)
7 Daerah Rawan Bencana, Jalinbar Liwa-Krui Harus Dihindari
Awan hitam menyelimuti Bandar Lampung di musim hutan. Lampost.co/Zainuddin


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah provinsi Lampung imbau masyarakat untuk mewaspadai datangnya musim hujan pada November ini. Sebab, intensitas hujan saat ini cenderung lebat dan disertai angin kencang yang bisa berbahaya bagi masyarakat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, Rudy Syawal Sugiarto, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai banjir dan tanah longsor karena musim hujan tiba.

“Dengan datangnya musim hujan, bagi warga yang di sekitar rumahnya ada rekahan-rekahan tahan, kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam kurun waktu dua hingga tiga jam," kata Rudy, Minggu, 7 November 2021.

Untuk mengantisipasinya, pihaknya pun memetakan daerah rawan bencana di Lampung, yaitu Lampung Barat, Tanggamus, Pesawaran dan Bandar Lampung.

"Kami juga imbau masyarakat tidak menggunakan jalur lintas Barat Liwa-Krui demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan," katanya.

Sebab, jalur tersebut paling rawan di tengah cuaca ekstrem saat ini, karena banyaknya titik rawan longsor dan banjir. “Untuk mengantisipasi banjir masyarakat jangan buang sampah sembarangan,” ujar dia.

Menurut dia, terdapat tujuh daerah yang masuk kategori tinggi rawan bencana dan sisanya kategori sedang.

Ketujuh daerah itu adalah Lampung Barat, Pesisir Barat, Lampung Selatan, Lampung Timur, Pesawaran, Bandar Lampung dan Tulangbawang.

"Sementara untuk risiko sedang itu ada Tanggamus, Lampung Tengah, Lampung Utara, Way Kanan, Mesuji, Tulangbawang Barat, Metro dan Pringsewu," jelas dia.

Sementara ancaman bencana alam rata-rata disebabkan cuaca ekstrem, seperti puting beliung, banjir bandang, dan tanah longsor.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar