#bencanaalam#BPBD

7 Daerah di Lampung Masuk Risiko Tinggi Bencana

( kata)
7 Daerah di Lampung Masuk Risiko Tinggi Bencana
Rumah warga di Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumiwaras, Kota Bandar Lampung, yang terdampak bencana beberapa hari lalu. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat indeks risiko bencana (IRB) terdapat di tujuh daerah Provinsi Lampung masuk dalam kategori tinggi. Sementara delapan daerah lainnya masuk kategori sedang.

"Data ini pada tahun 2018 namun masih kami jadikan parameter. Kami mencatat 15 kabupaten/kota di Lampung terdapat tujuh daerah yang masuk ke dalam indeks resiko bencana yang tinggi," kata Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Syawal Sugiarto, Jumat, 29 Oktober 2021.

Baca juga: Daftar Zona Merah Bencana Dampak Cuaca Ekstrem di Lampung

Tujuh daerah yang masuk ke dalam kategori tinggi tersebut di antaranya Kabupaten Lampung Barat, Pesisir Barat, Lampung Selatan, Lampung Timur, Pesawaran, Bandar Lampung, dan Tulangbawang.

"Sementara untuk risiko sedang itu ada Kabupaten Tanggamus, Lampung Tengah, Lampung Utara, Way Kanan, Mesuji, Tulangbawang Barat, Metro, dan Pringsewu," jelas dia.

Adapun ancaman bencana alam rata-rata disebabkan oleh cuaca ekstrem yang acap kali melanda seperti puting beliug, banjir bandang hingga tanah longsor.

"Pada November 2021 ini, kami akan dirikan Forum Pengurangan Resiko bencana yang terdiri dari lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di provinsi dan lembaga di luar pemerintah seperti PMI, Pramuka, pihak swasta akan kita himpun dalam satu wadah," kata dia.

Nantinya forum tersebut diharapkan akan ada sekretariat dan setiap bulan diselenggarakan pertemuan, kajian dan mencari potensi yang bisa di manfaatkan. Sehingga pemahaman hingga kajian mengenai mitigasi bencana dapat berjalan.

Ia juga mengatakan jika daerah yang memiliki resiko bencana tinggi diminta untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah terkait pengajuan anggaran.

Winarko







Berita Terkait



Komentar