#covid-19#korona

7.000 RT/RW di Jawa Tengah Lockdown

( kata)
7.000 RT/RW di Jawa Tengah Lockdown
Wilayah yang melakukan lockdown. Ilustrasi


Semarang (Lampost.co) -- Sebanyak 25 dari 35 daerah di Jawa Tengah merupakan zona merah covid-19. Kemudian 7.000 lingkungan rukun tetangga (RT) di-lokckdown atau terapkan PPKM mikro untuk menekan penyebaran virus korona.

Pemantauan Media Indonesia, Selasa, 29 Juni 2021, di Kabupaten Pati, tampak lingkungan yang ditutup total (lockdown) karena ada warga yang terpapar covid-19. Sehingga warga dari luar wilayah dilarang masuk.

Sedangkan warga lingkungan sendiri tidak bisa leluasa keluar masuk jalan atau gang selain untuk kepentingan mendesak. Seperti bekerja dan itupun harus memenuhi syarat benar-benar sehat dan bebas dari covid-19.

"Di setiap gang atau jalan masuk lingkungan dijaga Satgas Covid dan petugas dari TNI dan polisi," ujar Bupati Pati Haryanto.

Sementara itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah, kasus covid-19 sedikit mulai mereda ketimbang sebelumnya. Meski jumlah warga terkonfirmasi virus korona masih cukup tinggi ketimbang pekan lalu.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan perkembangan covid-19 memasuki kondisi mengkhawatirkan dan berbahaya. Sehingga perlu dilakukan langkah penanganan cepat dan kesadaran bersama untuk mengantisipasi penyebaran lebih luas.

"Saat ini terdapat 25 dari 35 daerah berstatus zona merah, karena kasus covid-19 terjadi di daerah itu cukup besar dan merata," kata Ganjar.

Daerah di Jawa Tengah masuk dalam zona merah, yakni Grobogan, Demak, Jepara, Kota Semarang, Pati, Pemalang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Sragen, Kebumen, Rembang, Wonogiri, Brebes, Kendal, Batang, Kabupaten Semarang, Karanganyar, Purworejo, Kudus, Blora, Banjarnegara, Cilacap, Kabupaten Tegal, Sukoharjo dan Kabupaten Magelang.

Ganjar juga memerintahkan kepada 7.000 lingkungan atau RT di beberapa daerah melakukan lockdown/PPKM skala mikro. Sebab, banyak warga di lingkungan tersebut terpapar covid-19. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penyebaran lebih luas.

Jumlah lingkungan masuk zona merah dan di-lockdown, ungkap Ganjar, naik cukup besar dari sebelumnya. Sehingga diharapkan langkah lockdown mikro dapat menekan perkembangan virus korona.

"Kemarin masih 5.700 lingkungan merah, sekarang naik menjadi 7.000 lingkungan kita lockdown," imbuhnya

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar