#VirusKorona#Perhotelan

698 Hotel di Indonesia Tutup akibat Covid-19

( kata)
698 Hotel di Indonesia Tutup akibat Covid-19
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan covid-19 Kemenparekraf, Ari Juliano Gema. (Foto: Kemenparekra

Jakarta (Lampost.co) -- Penyebaran penyakit covid-19 (new coronavirus) berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kemenenterian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Ari Juliano Gema, mengatakan bahwa sebanyak 698 hotel di Indonesia tutup.

"Saya mau update, berdasarkan informasi PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) pada tanggal 1 April 2020, ada 698 hotel di seluruh Indonesia yang tutup," ujar Ari kepada Medcom.id.

Hotel-hotel tersebut tutup sementara, sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Hal ini menyesuaikan kondisi pandemi global akibat penyebaran virus SARS-CoV-2. Sebaran hotel yang tutup terbanyak berada di wilayah Bali dan Jakarta.

"Kami sedang menghimpun data pekerja informal di sektor pariwisata dan ekraf (ekonomi kreatif) untuk diajukan agar memperoleh kartu prakerja," jelasnya.

Sebelumnya, jumlah hotel yang tutup akibat kasus covid-19 lebih rendah. Yakni, sebanyak 158 hotel di berbagai daerah yang terlaporkan.

Sementara itu, Kemenparekraf telah memiliki Pusat Krisis Terintegrasi. Kini diaktifkan sebagai jalur komunikasi dan edukasi bagi masyarakat untuk menekan dampak covid-19 bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Aktif sejak 17 Maret 2020, mengikuti SOP (standar operasional prosedur) manajemen krisis kepariwisataan. Komunikasi krisis yang terintegrasi itu sangat diperlukan dalam manajemen krisis kepariwisataan sebagai upaya meminimalisasi dampak wabah pandemi covid-19.

Hingga saat ini, masih dilakukan proses pendataan informasi terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak covid-19 di semua daerah. Data final pun masih belum bisa disampaikan.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar