#beritalampung#beritalampungterkini#banjir#tendapengungsian

68 KK Warga Dusun Rawakijing Bertahan di Tenda Pengungsian

( kata)
68 KK Warga Dusun Rawakijing Bertahan di Tenda Pengungsian
Warga Dusun Rawakijing, Desa Sindanggarut, Kecamatan Way Lima, Pesawaran, yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian di atas tanggul akibat banjir yang belum surut, Jumat, 28 Oktober 2022. Dok


Pesawaran (Lampost.co) -- Warga Dusun Rawakijing, Desa Sindanggarut, Kecamatan Way Lima, Pesawaran, yang masih berada di tenda-tenda pengungsian berjumlah 68 kepala keluarga. Mereka mengungsi ke tempat yang lebih tinggi setelah banjir merendam rumah sejak Senin, 24 Oktober 2022.

Zohir, salah satu warga setempat, mengatakan sampai saat ini masih ada sebagian warga yang bertahan di tenda pengungsian yang mereka buat di atas tanggul. "Kurang lebih masih terdapat 68 KK yang tinggal di tanggul karena sampai saat ini air masih setinggi pinggang orang dewasa. Jadi mereka belum bisa kembali ke rumah," ujarnya, Jumat, 28 Oktober 2022.

Baca juga: Pemkab Pesawaran Dirikan Posko Antisipasi Banjir Susulan 

Sementara itu, Camat Way Lima Iksan Iskafi mengatakan masih ada beberapa rumah warga yang terisolasi akibat masih tingginya air banjir yang merendam. "Kalau di Dusun Rawakijing ini karena dusun kantong terdapat 130-an KK yang tinggal. Namun, sebagian sudah kembali ke rumah dan sebagiannya lagi ada yang mendirikan tenda di pinggir tanggul, ada juga yang tinggal di posko darurat yang kami dirikan," katanya.

Dia mengatakan untuk pendistribusian makanan bagi korban banjir, Pemkab telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan para korban, sedangkan sebagian lagi ada yang diberikan bahan pokoknya saja.

"Kalau dapur umum inikan hanya bisa mencakup warga yang terdapat di lingkungan sini saja, sedangkan untuk warga yang mendirikan tenda di tanggul, kami memberikan bahan pokoknya saja, kemudian mereka yang masak sendiri," ujarnya.

Dirinya menambahkan akses jalan ke Dusun Rawakijing sampai saat ini masih terisolasi, hanya bisa dilalui perahu karet. "Jadi kami yang berada di sini, kalau mau mendistribusikan bantuan hanya bisa menggunakan perahu karet yang disiapkan BPBD. Begitu juga untuk petugas kesehatan mereka menggunakan perahu karet kalau mau mengecek kesehatan warga," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar