#viruscorona#viruskorona#kesehatan#beritalamsel

652 Pemudik di Palas Wajib Karantina Mandiri 

( kata)
652 Pemudik di Palas Wajib Karantina Mandiri 
Camat Palas, Lampung Selatan, Rika Wati saat memberikan sambutan terkait jumlah pemudik yang masuk di wilayah Kecamatan Palas, Rabu (1/4/2020). Lampost.co/Armansyah

Kalianda (Lampost.co): Kurang lebih sebanyak 652 pemudik dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan sekitarnya tiba di Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Mereka yang berasal dari zona merah diwajibkan untuk karantina secara mandiri selama 14 hari setelah kedatangan.

Camat Palas Rika Wati mengatakan hingga saat ini berdasarkan hasil pendataan Satgas Covid-19 tingkat desa suda tercatat 652 pemudik yang tiba di kampung halaman mereka.

"Sejak tanggal 28 Maret 2020 hingga 1 April 2020, sudah ada 652 orang yang baru pulang dan tiba di kecamatan. Mayoritas mereka baru pulang kerja," kata dia, Rabu, 1 April 2020.

Selain itu, kata Rika, setidaknya ada 19 orang yang baru pulang dari luar negeri, seperti Jepang, Tiongkok, Malaysia, dan Italia. Ia mengatakan semua pemudik wajib untuk menjalani karantina selama 14 hari sejak kepulangan. 

"Wajib untuk mengisolasi diri selama 14 hari. Dan wajib konsultasi dengan petugas kesehatan bila ada keluhan. Hal ini untuk mencegah penularan virus korona atau Covid-19. Masyarakat harus paham dengan kondisi saat ini. Ini salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata dia. 

Sementara itu, Operator Pendataan Covid-19 Kantor Camat Palas, Muslim Idrus, mengatakan berdasarkan laporan dari Satgas Covid-19 tingkat desa setidaknya ada sekitar 90 persen pemudik berasal dari Pulau Jawa. Sedangkan, 10 persen lainnya berasal dari luar negeri dan daerah Pelembang, Jambi, Batam, dan wilayah Provinsi Lampung. 

"Setiap hari kami selalu update data bagi masyarakat yang baru pulang atau pemudik. Kemungkinan data ini bisa saja bertambah," kata dia.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Rawat Jalan (PRJ) Kecamatan Palas, Rosmeli, bagi pemudik yang berdomisili di Kecamatan Palas, dan baru saja pulang dari daerah zona merah penyebaran covid-19 wajib lapor kepada aparat desa setempat yang paling bawah, yakni rukun tetangga (RT). Hal tersebut guna mencegah perluasan penyebaran virus korona (covid-19).

"Pemudik yang memaksakan diri pulang kampung untuk segera melapor kepada RT/RW setempat. Nantinya setiap laporan yang disampaikan akan diteruskan kepada posko desa siaga atau kepala desa dan bidan desa setempat," kata dia.

Setelah itu, kata Rosmeli, laporan itu disampaikan ke petugas kesehatan atau Puskesmas Palas. Kemudian, petugas puskesmas akan menghubungi pemudik tersebut melalui sambungan telepon.

"Melalui via telepon itu, pemudik itu akan diwawancarai petugas kesehatan terhadap kondisi tubuh, apakah alami gejala atau tidak. Jika tidak ada keluhan, pemudik itu wajib isolasi diri selama 14 hari. Hindari berkumpul orang banyak dan segera lapor apabila ada keluhan," katanya.

Jika saat dihubungi mengalami keluhan kondisi fisik demam dan atau batuk, pilek, dan atau nyeri saja, segera periksa ke puskesmas. Namun, keluhan itu disertai sesak napas sesegera mungkin hubungi petugas.

"Kalau gejala sudah menyerupai covid-19, harus ditindaklanjuti dengan petugas khusus berikut alat pelindung diri (APD). Untuk itu, demi kebaikan bersama mari kita turut mencegah penyebaran covid-19. Kita harus memutus mata rantai penyebaran covid-19," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar