#Covid-19#Lampung#perempuan

646 Perempuan Lampung Jadi Janda Akibat Covid-19

( kata)
646 Perempuan Lampung Jadi Janda Akibat Covid-19
Ilustrasi. Medcom.id/Mohamad Rizal


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak 646 perempuan di Provinsi Lampung kehilangan suami karena meninggal akibat terpapar covid-19. Sementara itu, terdapat 653 laki-laki menjadi duda dan 1.335 anak yatim, piatu, atau yatim-piatu akibat kasus yang sama. 

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Lampung, Aswarodi menyebut, data yang diperoleh tersebut masih berpotensi bertambah seiring masih berlangsungnya pandemi covid-19. 

"Data yang kami peroleh dari kabupaten/kota ini bersifat dinamis," kata dia, Senin, 25 Oktober 2021. 

Baca: Covid-19 Lampung cuma Bertambah 419 Kasus selama Oktober

 

Secara perinci, jumlah janda akibat pandemi covid-19 itu tersebar di Kabupaten Tulangbawang Barat sebanyak 34 orang, Lampung Barat (14), Way Kanan (30), Mesuji (15), Metro (1), Bandar Lampung (76). 

Selanjutnya, Kabupaten Pringsewu (53), Lampung Tengah (130), Lampung Selatan (113), Pesisir Barat (4), Tulangbawang (20), Lampung Utara (32), Pesawaran (28), Lampung Timur (73), dan Tanggamus (23).

"Kami bersama dinas terkait akan memikirkan nasib para janda ini. Di antaranya dengan memberikan pelatihan usaha agar lebih mandiri," kata Aswarodi. 

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung mengaku akan memberikan pendampingan pelatihan kerja kepada ratusan janda yang suaminya meninggal akibat covid-19 tersebut.

"Dinas PPPA sudah memiliki agenda untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak covid-19, khususnya perempuan dan anak," kata Kepala Dinas PPPA Provinsi Lampung, Fitrianita Damhuri.

"Jadi para janda ini akan diberikan pelatihan secara masif agar bisa mandiri punya penghasilan sendiri. Lebih bagus kalau dia sudah ada usaha jadi tinggal asah kemampuan saja," sambungnya.

Fitrianita mengeklaim akan menggunakan akurasi pendataan yang ketat saat memberikan pendampingan tersebut.

"Kami akan berkolaborasi dengan Dinsos untuk menyasar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKT)," katanya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar