#digital#konsumen

64% Konsumen RI Beralih ke Layanan Digital

( kata)
64% Konsumen RI Beralih ke Layanan Digital
Belanja online. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Perusahaan perangkat lunak virtualisasi Amerika Serikat, VMware, dalam studi bertajuk Digital Frontiers 3.0 Study mengungkapkan 64 persen konsumen di Indonesia beralih menggunakan layanan digital. Hal itu akibat meluasnya dampak pandemi covid-19 pada 2020 lalu.

Angka ini di bawah rata-rata Asia Tenggara dengan tingkat keberalihan konsumen ke layanan digital sebanyak 69 persen. Namun, Indonesia melebihi negara-negara lain yang ada dalam survei, seperti Amerika Serikat (40 persen), Prancis (40 persen), Jerman (33 persen), dan Inggris (33 persen).

Sementara itu, lebih dari separuh (56 persen) konsumen Indonesia menyatakan akan beralih ke produk maupun layanan kompetitor jika pengalaman digital yang mereka rasakan jauh dari harapan.

"Untuk itu, penting bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk segera mengakselerasi tumbuhnya inovasi dan lebih gesit dalam menghadirkan pengalaman digital terbaik bagi seluruh konsumen mereka," papar Country Manager VMware Indonesia Cin Cin Go dalam siaran pers yang dikutip Sabtu, 13 Maret 2021.

Menurut Cin Cin, Indonesia memperlihatkan komitmen yang sigap dalam mendukung terwujudnya digital-first di masa depan. Hal ini ditandai dengan makin tingginya kebutuhan konsumen untuk menikmati layanan dan pengalaman secara digital.

"Ini menjadi landasan bagi perusahaan untuk lebih gencar dalam mewujudkan transformasi guna memenuhi kebutuhan dan ekspektasi dari pelanggan mereka," tuturnya.

Seiring dengan berlangsungnya transisi perekonomian Indonesia dari tahap merespons dan beradaptasi terhadap hadirnya paradigma digital di masa kini, menjadi momentum yang tepat bagi perusahaan untuk ikut serta bertransformasi dan memperkuat kapabilitas mereka dalam mengembangkan dan menghadirkan pengalaman digital terbaik. Tidak saja aman, namun juga bisa diakses melalui segala aplikasi, di segala jenis cloud, maupun dari segala jenis perangkat.

"Ke depan, digital experiences menjadi faktor krusial yang menentukan sejauh mana daya saing sebuah perusahaan dalam mendorong akselerasi pertumbuhan di tengah lingkungan bisnis yang kian dinamis dan tersebar lokasinya," urai Cin Cin.

Selain itu, studi ini juga menyebutkan sejumlah sektor industri di Indonesia menjadi yang terdepan dalam memenuhi ekspektasi pelanggan di sepanjang 2020 lalu. 

Responden menyampaikan organisasi-organisasi di sektor layanan finansial (57 persen), ritel (54 persen), dan edukasi (36 persen) berhasil menghadirkan pengalaman digital yang kian meningkat kepada konsumen dibandingkan sebelum pandemi covid-19 terjadi.

Perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor layanan finansial (58 persen) dan ritel (38 persen) juga paling dipercaya di antara sektor lainnya. Ini mengindikasikan sektor-sektor tersebut dianggap mampu menghadirkan jaminan keamanan atas data personal dari konsumen mereka.

Konsumen Indonesia saat ini juga memiliki ekspektasi yang lebih tinggi untuk dapat merasakan pengalaman digital terbaik yang ditawarkan organisasi-organisasi. Mereka menyatakan paling antusias untuk terhubung dengan organisasi-organisasi di sejumlah sektor industri, seperti layanan finansial (58 persen), ritel (57 persen), dan edukasi (35 persen), lantaran layanan digital yang mereka hadirkan bagi konsumen.

"Bagi organisasi-organisasi di Indonesia, upaya pemulihan dan pertumbuhan bisnis bertumpu pada bagaimana mampu mengoptimalkan inovasi agar mampu beradaptasi dan mengakselerasi di tengah munculnya gelombang digital frontier baru di masa kini. Di lingkungan bisnis yang sarat dengan dinamika dan transformasi digital merupakan kunci dalam membuka peluang besar di tengah geliat perekonomian digital Indonesia," tutup dia.

 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar