#pppk#honorer#penyuluhpertanian#beritalampura

62 Penyuluh Pertanian Lampura Diusulkan Menjadi PPPK

( kata)
62 Penyuluh Pertanian Lampura Diusulkan Menjadi PPPK
ujar Kasi Metode dan Informasi Penyuluh Pertanian, Dinas Pertanian Lampung Utara, I Made Wirata. Lampost.co/Yudhi


Kotabumi (Lampost.co): Jumlah tenaga penyuluh pertanian di Kabupaten Lampung Utara masih minim. Sementara, Dinas Pertanian (Distan) kabupaten dituntut Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong percepatan peningkatan produktivitas hasil panen, khususnya komoditas padi, jagung, dan kedelai. Salah satu upayanya, Distan kabupaten mesti mengoptimalkan kinerja tenaga penyuluh di lapangan. 

"Untuk mendorong kinerja penyuluh, mestinya dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan. Untuk upaya tersebut, sebanyak 62 tenaga harian lepas- tenaga bantu penyuluh pertanian (THL-TBPP) di kabupaten diusulkan menjadi pegawai pemerintah dengan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ke Kementan," ujar Kasi Metode dan Informasi Penyuluh Pertanian, Dinas Pertanian Lampung Utara, I Made Wirata, di ruang kerjanya, Kamis, 5 November 2020.

Untuk rincian 62 THL-TBPP tersebut, kata dia, terdiri dari 50 tenaga penyuluh pertanian, 6 tenaga pendamping perkebunan, dan 6 orang tenaga pendamping peternakan.

Dari 62 tenaga penyuluh itu, sebanyak 25 penyuluh lulusan SMA, D-I/D-II sehingga harus ada penyesuaian. Merujuk petunjuk Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), mereka harus mempunyai sertifikat kompetensi sebagai syarat untuk pemberkasan nomor induk pegawai (NIP) PPPK.

"Merujuk peraturan yang diterbitkan KemenPAN-RB, syarat menjadi tenaga PPPK, minimal berijazah D3/S1. Di Lampura, dari 62 THL-TBPP hanya  37 penyuluh yang memenuhi persyarat tersebut dan 25 penyuluh yang tidak memenuhi syarat itu, mesti melalui penyesuaian dengan melakukan 
uji kompetensi yang pelaksanaannya telah selesai dilakukan," kata dia. 

Tenaga penyuluh di Kabupaten Lampung Utara, tercatat 119 tenaga penyuluh pertanian yang melayani kelompok tani (Poktan) di 247 desa/kelurahan di wilayah administrasi  23 kecamatan se-Lampura. Dari jumlah itu, terbagi 57 petugas penyuluh lapangan PNS dan 62 THL-TBPP. 

 "Kalau dibandingkan  jumlah desa dengan ketersedian tenaga penyuluh yang ada, jauh dari mencukupi sebab idealnya, satu tenaga penyuluh hanya melayani satu desa," ujarnya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar