#covid-19

6 PMI yang Terjaring di Pelabuhan Bakauheni Dinyatakan Sehat

( kata)
6 PMI yang Terjaring di Pelabuhan Bakauheni Dinyatakan Sehat
Tim gabungan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampung Selatan melakukan penyekatan dan pemeriksaan terhadap kendaraan penumpang di Posko Terpadu Check Point Pintu Keluar Pelabuhan Bakauheni.Dok.

Kalianda (Lampost.co) -- Pemeriksaan ketat diberlakukan terhadap enam pekerja migran Indonesia (PMI) asal Lampung yang dideportasi dari Taiwan,  Singapura, dan Hong Kong di Posko Terpadu Check Point Pintu Keluar Pelabuhan Bakauheni, Jumat, 21 Mei 2020. Pemeriksa sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19.
 
Salah satu pemeriksaan kesehatan yang dilakukan dengan mengecek suhu tubuh menggunakan alat thermogun dan penyemprotan disinfektan. Keenam PMI itu adalah Wajiyem, warga Desa Mujirahayu, Seputihagung, Lampung Tengah;   Sariah, warga Desa Hilianbaji, Pugung, Tanggamus; dan Muskilah, warga Simpanglima, Desa Ketapang, Ketapang, Lampung Selatan. Kemudian Tedi Sujarwadi, warga Desa Labuhanratu 1, Way Jepara, Lampung Timur; Hendra Krisjuniawan, warga Desa Pancatunggal Jaya, Tulangbawang; dan Siti Khalimah, warga Jalan Ikan Tembakang, Sukaraja, Bandar Lampung. 

Kapolres Lampung Selatan AKBP Eddi Purnomo mengatakan keenam PMI asal Lampung yang dideportasi itu terjaring petugas di Pos Check Point Pintu Keluar Pelabuhan Bakauheni. Mereka diangkut dengan kendaraan Toyota Hiace A-7068-ZA yang dikemudikan Udin Syaifuddin.

"Dari hasil pemeriksaan tersebut, keenam PMI yang dideportasi itu dinyatakan sehat. Bahkan, PMI atas nama Muskilah sebelum dipulangkan ke Lampung telah dilakukan karantina di Jakarta dan rapid test dengan hasil negatif covid-19," ujar Kapolres.  

Meski dinyatakan sehat, Kapolres berpesan kepada keenam PMI tersebut agar sesampainya di rumah untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Setelah menjalani pemeriksaan ketat dari tim gabungan gugus tugas yang melibatkan personel Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Polisi Pamong Praja, dan Damkar Pemkab Lampung Selatan, keenam PMI tersebut melanjutkan perjalanan ke Kantor Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Bandar Lampung.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar