#Covid-19

6 Bukti Kasus Penularan Covid-19 Kembali Naik Jelang Nataru

( kata)
6 Bukti Kasus Penularan Covid-19 Kembali Naik Jelang Nataru
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Dok. BPMI Setpres


Jakarta (Lampost.co) -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melihat beberapa indikasi peningkatan penularan virus corona di Indonesia sejak November 2021. Pemerintah memantau enam indikator penularan covid-19 menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Berikut enam indikator penularan covid-19:

  1. Angka kasus aktif
  2. Angka reproduksi efektif covid-19
  3. Tingkat keterisian tempat tidur di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet
  4. Cakupan vaksinasi
  5. Kepatuhan terhadap protokol kesehatan
  6. Mobilitas warga.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, meski angka kasus mingguan menurun namun kasus aktif meningkat selama empat hari berturut-turut sejak 23 November 2021. Angka kasus aktif covid-19 naik dari sekitar 7.900 pada 23 November menjadi 8 ribu kasus pada hari berikutnya.
 
"Di hari berikutnya meningkat lagi menjadi sekitar 8 ribu dan terakhir meningkat menjadi 8.200 pada 27 November 2021," kata Wiku, Jakarta, Kamis, 2 Desember 2021.

Baca: Antisipasi Omicron, Begini Syarat Penerbangan di Bandara Radin Inten II

 

 

Kasus Aktif dan Keterisian Tempat Tidur Meningkat

Dia mengatakan kasus aktif covid-19 di Pulau Jawa-Bali dilaporkan meningkat dari 3.600 kasus pada 23 November menjadi 3.800 kasus pada 28 November 2021. Bed Occupancy Ratio (BOR) ruang isolasi Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, meningkat dari 2,94% menjadi 3,67% dalam dua hari terakhir.
 
"BOR di Wisma Atlet meningkat di November dari 1,76 persen menjadi 2,2 persen," kata dia.

Meski terbilang kecil, lanjut Wiku, peningkatan keterisian tempat tidur pasien di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet tetap harus diwaspadai. Pemerintah juga mewaspadai adanya peningkatan angka reproduksi efektif atau angka reproduksi penyakit dalam periode waktu tertentu setelah adanya intervensi.
 
"Meskipun angka reproduksi efektif masih di bawah 1 persen, namun perlu diwaspadai bahwa angka reproduksi efektif juga meningkat dalam lima pekan terakhir. Indonesia mengalami peningkatan dari 0,96 menjadi 0,98," ujar dia.
  
Dia mengatakan peningkatan angka reproduksi efektif terjadi di semua pulau, kecuali Maluku dan Nusa Tenggara.

"Reproduksi efektif di tingkat pulau juga berkisar antara 0,95 hingga 0,99, di mana angka ini sudah mendekati 1," kata dia.

 

Mobilitas Masyarakat Meningkat

Wiku mengungkapkan mobilitas masyarakat cenderung meningkat. Jumlah penumpang yang melakukan perjalanan menggunakan kereta api sekitar 100 ribu penumpang pada Juli 2021 dan meningkat menjadi hampir 600 ribu orang pada November 2021.
 
"Data menunjukkan mobilitas menggunakan kereta api mengalami kenaikan lima kali lipat dalam lima bulan terakhir," beber dia.
 
Mobilitas masyarakat yang menggunakan pesawat juga meningkat 350 persen dalam lima bulan terakhir.

"Jumlah perjalanan pesawat pada Juli 350 ribu, pada November meningkat menjadi sekitar 1,6 juta," ucap dia.
  
Wiku mengatakan idealnya peningkatan mobilitas masyarakat diikuti dengan peningkatan kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes). Namun, dari data-data tidak demikian.
 
"Dalam pekan terakhir cakupan desa/kelurahan yang patuh memakai masker dan jaga jarak mengalami penurunan," kata dia.

 

Kepatuhan Prokes Menurun

Menurut dia, tingkat kepatuhan masyarakat yang memakai masker turun dari 76,42% menjadi 74,91% di desa/kelurahan. Kepatuhan menjaga jarak turun dari 78,60% menjadi 77,69%.
 
Wiku mengatakan cakupan pemantauan penerapan prokes juga berkurang dari sekitar 21 ribu desa/kelurahan pada Juli menjadi sekitar sembilan ribu desa/kelurahan pada pekan ini.
 
"Ini menunjukkan pengawasan dan pelaporan prokes sudah mulai longgar," kata dia.
 
Di samping itu, cakupan vaksinasi covid-19 juga belum mencapai target.

"Capaian (vaksinasi) dosis satu vaksin memang sudah hampir 70 persen, namun dosis kedua baru mencapai 45 persen sehingga harus terus dikejar," kata dia.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar