#perceraian#pesawaran

577 Kasus Perceraian Terjadi di Pesawaran Selama 2019

( kata)
577 Kasus Perceraian Terjadi di Pesawaran Selama 2019
dok Lampost.co

Pesawaran (Lampost.co) -- Sebanyak 577 kasus perceraian terjadi di Kabupaten Pesawaran selama Januari hingga Desember 2019. Penyebabnya yakni perselingkuhan, meninggalkan salah satu pihak, dan pertengkaran di rumah tangga.

"Terhitung sejak Januari sampai Desember 2019, sedikitnya ada 577 perkara perceraian diputus dari 580 perkara gugatan, dan 24 perkara permohonan yang diterima Pengadilan Negeri Agama Kabupaten Pesawaran," jelas Ketua Pengadilan Negeri Agama Pesawaran Elis Marliani melalui Panitera Pengadilan Agama Kabupaten Pesawaran Redoyati, Minggu, 22 Desember 2019.

Pihak yang mengajukan gugatan dari berbagai kalangan masyarakat,  anggota dewan, anggota TNI, Polri , serta Aparatur Sipil Negara (ASN). Gugatan perceraian dari golongan ASn cukup tinggi, yakni sekitar 10 persen. Sementara, anggota dewan 2, Kepala desa 1,  TNI 1, dan Polri 3.

“Ya, banyak faktor yang menjadi alasan penggugat diperkara perceraian tersebut. Meski demikian, pihak pengadilan telah memutus suatu perkara sesuai dengan tahapan dan prosedur yang ditentukan," paparnya.

Dirinya juga menerangkan, bahwa sedikitnya ada 35 macam perkara gugatan, diantaranya seperti harta bersama, cerai, waris, ekonomi syariah, dan pembatalan perkawinan, kemudian, 11 perkara permohonan diantaranya adalah soal hak asuh anak, dispensasi kawin, isbat nikah, perwalian, dan wali adhol.

"Kebanyakan gugatan perceraian adalah meninggalkan satu pihak, mungkin mereka banyak yang kerja di luar negeri. Selain itu, perselingkuhan juga ikut menyumbang menjadi salah satu faktor. Nah, rata-rata usia 20-40 tahun tercatat digugatan perkara perceraian, artinya masih relatif produktif mereka bercerai," pungkasnya.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar