#puso#pulautengah

56 Hektar Sawah di Pulautengah Puso

( kata)
56 Hektar Sawah di Pulautengah Puso
Salah satu petani Desa Pulautengah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan aaat menunjukkan lahan miliknya yang gagal panen akibat terendam banjir, beberapa hari yang lalu. Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Tanaman padi seluas 56 hektar milik petani di Desa Pulautengah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan setempat mengalami gagal panen akibat terendam banjir.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (P3) Kecamatan Palas, Agus Santosa mengatakan seluas 56 hektare tanaman padi di Desa Pulautengah dipastikan puso. Hal ini disebabkan karena sudah terendam selama 7 hari.

"Iya, ditengah mewabahnya virus corona, petani harus menghadapi musibah tanaman padi mereka gagal panen. Sebab, tanaman padi mereka sudah terendam selama 7 hari," kata dia melalui sambungan telepon, Senin, 13 April 2020.

Dia mengatakan, hujan deras beberapa hari yang lalu menyebabkan tanaman padi seluas 86 hektare terendam banjir. Namun, yang sudah dipastikan gagal panen seluas 56 hektare.

"Kalau total keseluruhan tanaman yang terdampak banjir ada seluas 86 hektare. Tapi, 56 hektare sudah bisa dipastikan rusak karena sudah terendam lebih dari tujuh hari," kata dia.

Selain itu, kata Agus, banjir juga merendam lahan persawahan di Desa Mekarmulya seluas 50 hektare dan Bandanhurip seluas 50 hektare. Namun, di kedua desa hanya beberapa hektare tanaman padi yang terendam banjir.

"Kalau di Desa Mekarmulya belum ada tanaman yang puso. Adapun tanaman yang terendam, tapi usia padi sudah dua bulan. Begitu juga di desa Badanhurip belum ada laporan dari petani," kata dia.

Mengenai Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), kata Agus, pihaknya telah melaporkan tanaman padi yang gagal panen kepada Petugas Pengendali  Organisme Pengganggu Tanaman (PPOPT) Kecamatan Palas – Sragi.

"Sudah kami laporkan ke PPOPT bisa diklaim asuransi AUTP. Sedangkan, bagi yang belum masuk AUTP akan dibantu dengan cadangan benih," kata dia.

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar