wuhanmahas

53 Mahasiswa Indonesia di Wuhan Diwisuda Secara Daring

( kata)
53 Mahasiswa Indonesia di Wuhan Diwisuda Secara Daring
Sejumlah WNI yang hendak divakuasi menuju Natuna via Batam foto bersama di depan terminal keberangkatan Bandara Internasional Tianhe, Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada 31 Januari 2020. (ANTARA/HO-KBRI Beijing/mii)


Wuhan (Lampost.co) -- Sebanyak 53 mahasiswa asal Indonesia di Wuhan, Tiongkok mengikuti wisuda di tengah pandemi covid-19. Mahasiswa dari berbagai strata diwisuda secara daring setelah berhasil menyelesaikan studi tanpa masalah.

"Mereka telah menjalani wisuda secara online," kata Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar RI di Beijing, Yaya Sutarya, Senin, 22 Juni 2020.

Ke-53 mahasiswa tanah air tersebut sukses meraih gelar sarjana strata 1 hingga strata 3 dari tujuh perguruan tinggi yang tersebar di Wuhan dan Provinsi Hubei. Diketahui wilayah tersebut sempat dilanda wabah covid-19 secara masif dan mengerikan.

Ketujuh perguruan tinggi yang meluluskan para mahasiswa asal Indonesia itu adalah Wuhan University sebanyak 10 orang, Wuhan University of Technology (10), China University of Geoscience (5), Central China Normal University (22), Huazhong University of Science and Technology (4), Zhongnan University of Economy and Law (1), dan Huazhong Agricultural University (1).

"Kami dan keluarga besar KBRI Beijing mengucapkan selamat dan sukses. Ini sebuah pencapaian yang sangat luar biasa karena terjadi di tengah pandemi," kata Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun.

Ia berharap ilmu yang didapat selama belajar di China dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara Indonesia. Para mahasiswa tersebut juga mendapatkan penghargaan tersendiri dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) dan KBRI Beijing.

Penghargaan "Wuhan Award" tersebut terbagi dalam beberapa kategori, yakni Teladan Akademik, Teladan Non-Akademik, Terlucu, Tereksis, Terkece, Terasyik, dan Terdiam Tanpa Kata. Para mahasiswa yang diwisuda tersebut kebanyakan pulang ke Indonesia pada 31 Januari 2020 melalui program repatriasi atas kerja sama Kementerian Luar Negeri RI, KBRI Beijing, Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan TNI Angkatan Udara, tujuh hari setelah akses Wuhan ditutup total (lockdown)..

Antara







Berita Terkait



Komentar