#viruscorona#rapidtest#kesehatan#beritatubaba

Puluhan Tenaga Medis Tubaba Masih Jalani Karantina

( kata)
Puluhan Tenaga Medis Tubaba Masih Jalani Karantina
Dengan alat pelindung diri (APD) para petugas medis menjalani kegiatan setiap hari selama menjalani masa karantina, di Hotel Borgo, kompleks Islamic Center Tubaba. Dok

Panaragan (Lampost.co): Sebanyak 50 tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) terkonfirmasi negatif Covid-19 setelah menjalani rapid test untuk yang kedua kalinya.

Namun demikian, mereka tetap harus menjalani karantina selama tiga bulan kedepan di rumah karantina yang disiapkan oleh pemerintah daerah setempat .

Kepala Dinas Kesehatan Tubaba, Majril, mengatakan tenaga medis tersebut terdiri dari perawat, tenaga laboratorium, tenaga gizi, tenaga rontgen, tenaga laundry, sopir ambulans, dan dokter.

“Sebagai antisipasi terjadi lonjakan atau ada lagi masyarakat yang terkena Covid-19, maka kita tetap mengkarantina para tenaga medis di Beruga Cottage Komplek Islamic Center Tubaba, hingga akhir Juni, atau selama tiga bulan terhitung sejak bulan April 2020,” ujarnya, Kamis, 28 Mei 2020.

Salah satu dokter yang menjalani isolasi tersebut adalah Direktur RSUD Tubaba dr. Pramono, bersama tenaga medis lainnya harus tetap standby di karantina, dan tidak dapat pulang merayakan Lebaran bersama keluaraga, serta harus selalu siap siaga menghadapi perkembangan Covid-19 di Tubaba. 

"Tentunya kita berharap agar Pandemi Covid-19 ini tidak ada lagi penambahan, baik di Tubaba maupun secara global,” ujarnya.

Usai dilakukan rapid test, kata dia, kepada petugas medis di RSUD, Dinkes Kabupaten Tubaba juga akan melakukan rapid test kembali kepada tenaga medis di setiap puskesmas yang ada di kabupaten setempat.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar