#pertanianlampung#petanilampung

5 Tahun Rusak, Pintu Irigasi di Pulautengah Lamsel Tak Kunjung Diperbaiki

( kata)
5 Tahun Rusak, Pintu Irigasi di Pulautengah Lamsel Tak Kunjung Diperbaiki
Pintu air irigasi di Desa Pulautengah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Petani di Desa Pulautengah, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengeluhkan sejumlah pintu air di area persawahan yang rusak sejak lima tahun terakhir. Apalagi, kerusakan itu kerap menimbulkan banjir di sawah.

Ketua Gapoktan Bina Sari, Desa Pulautengah, Muhtadi, menjelaskan sawah di desa tersebut kerap kebanjiran dalam lima tahun terakhir. Hal itu ternyata karena empat unit pintu air irigasi yang rusak tak kunjung diperbaiki.

"Setiap intensitas hujan tinggi pasti sawah kami kebanjiran. Terutama di areal yang tidak jauh dari pintu air. Ada sekitar 20 hektare langganan banjir," kata Muhtadi, saat ditemui di rumahnya, Senin, 29 Agustus 2022. 

Dia mengatakan pintu air milik Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) itu rusak pada besi dan plat besi keropos. Sehingga, pintu air itu tidak berfungsi.

"Kalau banjir, mau enggak mau petani gotong-royong menimbun pintu air dengan karung berisi tanah. Hal ini supaya tidak menimbulkan meluasnya banjir," kata dia.

Selain itu, petani juga bergotong-royong memompa serentak untuk membuang air dari area sawah ke Sungai Pisang. 

"Terkadang untuk mengejar percepatan tanam, terpaksa menurunkan mesin sedot secara serentak untuk membuang air supaya lahan bisa ditanami," kata dia.

Petani lainnya, Iwan Setiawan, mengaku kerap terlambat menggarap sawah saat dilanda banjir. Dampaknya pun gangguan hama datang dan hasil produksi tidak maksimal.

"Kami berharap pemerintah merespon kami. Kami mohon BBWSMS Lampung supaya segera memperbaiki sejumlah pintu air itu. Lima tahun terakhir kami harus menanggungnya," kata dia. 

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar