#judi#koprok#sabungayam

5 PNS Pesisir Barat Terjaring Operasi Saat sedang Bermain Judi

( kata)
5 PNS Pesisir Barat Terjaring Operasi Saat sedang Bermain Judi
5 PNS Pesisir Barat ditangkap saat bermain judi (Ilustrasi)




KRUI (Lampost.co)--Kepilisian Resor Lampung Barat mengamankan 5 oknum pejabat di lingkup pemerintah kaabupaten ( Pemkab) Pesisir Barat saat tengah asik bermain judi remi, pada selasa (15/8).

Lima oknum pejabat yang di amankan dinsalah satu kontrakan warga pekon Walur, Kecamatan Krui Selatan,  yaitu sekretaris dinas ketahanan pangan, MTD (57), kabid ketersediaan dinas ketahanan pangan SPN (58), kemudian kasi perlindungan dan pemberdayaan masyarakat, WD (53). Kemudian PPl Kecamatan ngambur, Us (56) dan stap dinas pemuda dan olahraga, Rus (51). Selain lima pelaku, polisi juga meminta keterangan terhadap Miz (52) sebagai saksi.

Dari para pelaku, kepolisian mengamankan  Barang Bukti (BB), dua  Set Kartu remi warna merah (sudah dipakai) dan 2 set kartu remi warna hitam (belum terpakai), dan uang sebesar Rp.395.000.



Kapolres Lampung Barat AKBP Try Suhartanto, melalui Kanit Tipikor Ipda Galang Ramadanu membenarkan pihak kepolisian telah mengamankan 5 warga yang merupakan oknum PNS Pemkab Pesisir Barat. Penangkapan para pelaku  berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP // VIII / 2017 / Polda LPG / Res Lambar / SPKT, tangggal 15 Agustus 2017. “Penangkapan dilakukkan sesuai hasil lidik anggota, mereka diamankan   saat tengah bermain judi,” kata Gilang saat dimintai keterangan.



Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku kini mendekam di sel mapolres Lampung Barat.” Untuk kepentingan penyelidikan, mereka kita tahan di sel mapolres. Untuk saksi tidak di datahan hanya diminta keterangan,” ujarnya.

 

Sekretaris Kabupaten Pesisir Barap Azhari kepada Lampost.co saat dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan bahwa pihaknya masih akan menilai dahulu apakah benar mereka (pelaku) malakukan perbuatan itu, atau hanya sekadar berada di lokasi penangkapan.

“Untuk tindakan masih akan kita nilai terlebih dahulu, apakah memang mereka itu benar berjudi, atau hanya sekedar nonton. Jadi nanti akan dipastikan dahulu apakah terbukti atau tidak, baru setelah itu akan ada tindakan yang diberikan terdahap pejabat tersebut,” ujar Azhari, Kamis (17/8/2017), sekitar pukul 15.00 WIB. 

Dan mengenai tindakan tegas dari Pemkab Pesibar terhadap pejabat yang terbukti bersalah, Pemkab Pesibar akan lakukan tindakan berupa penundaan kenaikan pangkat, atau penurunan pangkat.

“Jika benar terbukti bersalah, maka pegawai yang terjerat kasus hukum akan diberikan tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Apakah penundaan kenaikan pangkat, atau penurunan pangkat,” singkatnya. 


Aripsah/Deta Citrawan







Berita Terkait



Komentar