#pencabulan#asusila#beritalampung

5 Pelecehan Seksual Menyerang Anak Lamteng dalam Sepekan

( kata)
5 Pelecehan Seksual Menyerang Anak Lamteng dalam Sepekan
Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung Tengah menyebutkan ada lima kasus kejahatan seksual pada anak yang ditanganinya pada awal 2022 ini. Lampost.co/Raeza


Gunungsugih (Lampost.co) – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lampung Tengah menyebutkan ada lima kasus kejahatan seksual pada anak yang ditanganinya pada awal 2022 ini.

Kondisi itu dinilai harus menjadi perhatian serius dengan mengambil langkah strategis guna mengantisipasi ledakan kasus pada 2022. Pasalnya sepanjang 2021 tercatat ada 118 kasus pelecehan anak yang ditangani LPA Lamteng.

Ketua LPA Lamteng, Eko, menjelaskan dari kasus yang ditanganinya terdapat dua perkara yang dilaporkan ke polisi dan sisanya diselesaikan dengan mediasi karena pelaku melarikan diri.

"Kelima korban di bawah umur dan sementara satu pelaku yang merupakan ayah tiri korban sudah ditangkap. Lalu ada pelaku yang kabur dan ada juga mediasi karena pelakunya anak-anak sehingga kami mediasi dengan pemahaman kepada orang tuanya," kata Eko, Minggu, 9 Januari 2022.

Menurut dia, kejahatan seksual harus dilakukan dengan serius agar tidak ada lebih banyak korban yang berjatuhan.

"Dalam waktu dekat kami akan bertemu dengan stakeholder terkait. Kasus ini tidak bisa main-main dengan banyaknya korban sehingga harus ada penanganan strategis," imbuhnya.

Untuk menangani persoalan tersebut juga, dia tidak mempermasalahkan anggaran. Hanya saja, kunci penting menanganinya adalah dari kerja sama semua pihak. Sebab, banyak sumber anggaran yang bisa digunakan dan selama ini LPA pun tidak bergantung dengan anggaran pemerintah daerah.

" Kami dalam setahun perlu anggaran setengah miliar rupiah untuk menangani kasus ini dan seluruhnya tercukupi tanpa menunggu anggaran dari pemerintah,” kata dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar