#konflikgajah#tnbbs

49 Rumah Petani di Suoh Dirusak Gajah

( kata)
49 Rumah Petani di Suoh Dirusak Gajah
Sebanyak 49 unit rumah warga di Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Lampung Barat, dirusak gajajh liar dalam dua pekan terakhir. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) – Sebanyak 49 unit rumah warga di Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Lampung Barat, dirusak gajah liar dalam dua pekan terakhir.

Seluruh rumah berada dalam hutan kawasan TNBBS dengan radius sekitar 2--2,5 kilometer diluar tanda batas dengan lahan marga.

"Kamis dini hari tadi, 4 Maret 2021, sebanyak 25 rumah yang berada di Pemangku rusak dijebol kawanan gajah liar. Gajahnya jebol rumah karena suka mencari garam," kata Sukardi, warga setempat.

Untuk menghindari serangan gajah, lanjut dia, masyarakat terpaksa mengungsi ke rumah saudara di Pekon Sukamarga.

Ia menyadari, lahan yang digarap menjadi kebun kopi adalah ilegal karena masih menjadi lahan kawasan. Hal itu terpaksa dilakukan karena dia tidak memiliki lahan garapan yang bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan.

"Ada program relokasi, tapi kami tidak mampu karena syaratnya harus menyiapkan lahan pekarangan sendiri. Kami bisa beli tanah untuk pekarangan, kalau untuk makan sehari-hari saja kami masih harus upahan dulu karena hasil dari kebun ini untuk makan sehari-hari juga tidak cukup," kata dia.

Kepala UPT TNBBS wilayah II Liwa, Sulki, mengaku pihaknya terus berupaya agar tidak ada kawanan gajah yang masuk wilayah marga. Lokasi bangunan masyarakat yang dirusak gajah memang masih dalam kawasan dan menjadi daerah perlintasan gajah.

“Secara aturan memang hutan kawasan itu tidak diperbolehkan untuk menggarapnya. Untuk itu masyarakat diharapkan yang menggarap lahan di lokasi itu tidak menanam tanaman yang dapat memancing kedatangan gajah,” kata dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar