#mudik#lebaran

484 Pegawai Non-ASN Dipecat karena Langgar Larangan Mudik

( kata)
484 Pegawai Non-ASN Dipecat karena Langgar Larangan Mudik
Ilustrasi ASN. MI/Ramdani


Semarang (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah, memecat 484 pegawai non aparatur sipil negara (ASN) karena melanggar larangan mudik Lebaran 2021. Pegawai non-ASN yang diputus hubungan kerja didominasi dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang.

"Hanya dinas tertentu yang non ASN-nya melanggar larangan mudik. Yang cukup banyak ada di (dinas) Pekerjaan Umum," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, di Semarang, Jateng, Senin, 31 Mei 2021.

Hendrar mengatakan pihaknya mesti mengambil tindakan tegas kepada pegawai Pemkot Semarang non-ASN. Pemecatan ini tidak diambil dengan serta-merta.

"Prosesnya cukup panjang. Kita sebelum lebaran sudah diingatkan pemerintah pusat supaya tidak boleh mudik, baik ASN maupun non-ASN," ucap dia.

Kemudian, surat resmi terkait larangan mudik pun sudah dikeluarkan pemerintah daerah. Hendrar juga mengaku sudah memberi peringatan berulang kali.

"Ada yang absen dari luar kota, ada yang beralasan lupa absen. Intinya, tidak absen dari Kota Semarang," jelas Hendrar.

Ia mengungkap sebenarnya ada juga pegawai ASN yang melakukan pelanggaran pada masa larangan mudik lebaran. Jumlah mereka mencapai 185 pegawai ASN.

"Untuk yang ASN, Pemkot Semarang memotong tambahan penghasilan pegawai (TPP) untuk satu bulan. Merujuk surat edaran, maka harus ada sanksi yang diberikan," beber Hendrar.

Winarko







Berita Terkait



Komentar