#Korupsi#Lampungutara#kpk

48 Saksi Kasus Korupsi Pemkab Lampura Diperiksa dalam Dua Pekan

( kata)
48 Saksi Kasus Korupsi Pemkab Lampura Diperiksa dalam Dua Pekan
Kantor BPKP Lampung. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Penanganan kasus korupsi penerimaan fee proyek Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) dengan tersangka Akbar Tandaniria Mangkunegara terus berjalan. Kali ini, dua saksi diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Lampung.

Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, dua saksi yang diperiksa adalah aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Lampura, yakni, Ismawati dan Nur Pajri.

"Pemeriksaan bertempat di Kantor BPKP Perwakilan Provinsi Lampung, tim penyidik mengagendakan pemanggilan dua saksi," paparnya, Selasa, 7 Desember 2021. 

Baca: Tersangka Korupsi Pemkab Lampura Titipkan Rp250 Juta ke KPK

 

Ali menambahkan, sehari sebelumnya dua saksi juga sudah diperiksa, yakni mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampura, Syahbudin, dan kontraktor, Hendra Wijaya Saleh.

Keduanya telah divonis pada perkara korupsi Pemkab Lampura jilid pertama.

"Masih dalam proses (penyidikan dan pra penunututan)," kata Ali.

Pemeriksaan marathon mulai berlangsung sejak Senin hingga Sabtu, 22-29 November 2021. Pemeriksaan sempat disetop pada 30 November sampai 5 Desember 2021.

Total sudah 48 saksi yang sudah diperiksa, mulai dari ASN, swasta, buruh harian lepas, terpidana, anggota DPRD, hingga ibu rumah tangga.

Ali belum mau memaparkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan keterkaitan mereka dengan pihak swasta serta progres perkara tersangka yang disebut KPK menerima fee proyek senilai Rp2,3 miliar dari tahun 2015-2019.  

Sementara Akbar Tandaniria disebut telah menitipkan uang Rp250 juta untuk pengganti kerugian negara dan berusaha memulangkan seluruh uang suap proyek tersebut ke KPK.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar