#viruscorona#viruskorona#wna#beritalampung

41 WNA Terjebak di Pesisir Barat akibat Pandemi Covid-19

( kata)
41 WNA Terjebak di Pesisir Barat akibat Pandemi Covid-19
Aktivitas wisatawan di Pesisir Barat. Foto: Dok

Krui (Lampost.co): Pandemi Covid-19 mengakibatkan puluhan warga negara asing (WNA) dari berbagai negara terjebak di Pesisir Barat.

Kepala Dinas Pariwisata Pesisir Barat, Gunawan, mengatakan dari data yang mereka miliki terdapat 41 WNA di kabupaten itu. Terdiri atas 20 orang pemilik penginapan (cottage) dan vila, serta 21 orang wisatawan mancanegara. 

"Ini data dari Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Pesisir Barat tanggal 25 Maret 2020. Kalau data yang sekarang belum ada, tetapi kemungkinan besar memang sudah ada perubahan. Akan saya tanyakan lagi dengan pihak PHRI, update data sekarang," kata dia saat dihubungi, Selasa, 26 Mei 2020.

Dari data ini, lanjut dia, ada 20 orang pemilik longstay yaitu 10 orang australia, satu Jepang, tiga Spanyol, dua Amerika Serikat, dan empat orang asal Jerman. Kemudian ada 21 orang wisatawan yaitu lima orang Prancis, empat Portugal, dua Australia, dua Chili, satu dari spanyol, tiga Afrika Selatan, dua Albania, satu dari Rusia, dan satu orang dari Vietnam.

"Untuk wisatawan, mereka rata -rata habis izin bulan Mei. Kan gak bisa karena negara mereka lock down dan mereka tetap boleh perpanjangan tinggal dengan melapor ke kantor imigrasi. Tetapi dengan kondisi ini mereka bilang ke saya mereka nyaman tinggal di Krui," kata Gunawan. 

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga situasi kondusif dan tidak menggangu para WNA karena merupakan aset informasi dan bagian dari promosi pariwisata kabupaten itu. 

"Mereka kan rutin periksa kesehatan. Saya imbau kita menghormati mereka karena mereka adalah sumber informasi dan marketing bagi dunia wisata Pesibar. Kalau mereka sehat, tapi kita ganggu, mereka tidak nyaman tentu dapat mengganggu iklim pariwisata kita. Selagi mereka mengikuti menerapkan protokol kesehatan harus dihormati. Melalui camat peratin ini harus dilakukan menjaga dan melindungi mereka. Jangan sampai dunia wisata Pesisir Barat dapat imbas negatif, karena ini potensi besar kita," pungkas Gunawan. 

Gunawan menyayangkan meskipun lokasi lokasi wisata di Pesisir Barat ditutup selama pandemi korona. Masih ada pedagang makanan dan minuman di lokasi itu yang tetap berjualan.

Ketua PHRI Kabupaten Pesisir Barat, Prasetyo, mengatakan untuk wisatawan asing sudah pulang ke semua negaranya masing masing. Sementara yang tinggal di Krui saat ini WNA yang merupakan pemilik penginapan di kabupaten itu yang ada di lokasi wisata Tanjung Setia, Kecamatan Pesisir Selatan, Pantai Mandiri Sejati, dan Walur, Kecamatan Krui Selatan, serta Pantai Way Redak, Kecamatan Pesisir Tengah berjumlah 12 orang.

"Yang masih tinggal di Krui sekarang, mereka pemilik penginapan mereka juga mengantongi Kitas. Ada yang sudah puluhan tahun tinggal di Krui tetapi masih mengantongi kewarganegaraan asing," kata Prasetyo.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar