#buku#aniesbaswedan#thalasemia

40 Buku Karya Pelajar SD di Metro dapat Apresiasi dari Anies Baswedan

( kata)
40 Buku Karya Pelajar SD di Metro dapat Apresiasi dari Anies Baswedan
Siswa SD Muhammadiyah Metro luncurkan buku dan foto bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Lampost/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampost.co)--Sebanyak 40 buku hasil karya pelajar SD di Metro mendapat apresiasi dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Peluncuran buku tersebut merupakan hadiah dari puluhan pelajar SD dalam perayaan HUT Kota Metro ke-85 tahun.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sempat menjumpai seorang siswi SD yang mengidap Thalasemia atau kelainan sel darah merah. Keenar Anindita Mariska Putri (9) berhasil menggarap buku yang berjudul A Journey With a Little Vampire.

Siswi kelas 3 yang menempuh pendidikan di SD Muhammadiyah Metro itu mengisahkan tentang perjalanan hidupnya yang mengidap thalasemia.

Anies Baswedan yang mendengarkan kisahnya itu pun menitipkan pesan agar Keenar Anindita Mariska Putri tetap semangat dalam menggapai mimpinya.

"Tinggikan mimpimu lalu lampaui semua mimpi yang tinggi itu. Tetap semangat, dan ini apresiasi yang luar biasa," kata Anies, Jumat, 10 Juni 2022.

Keenar Anindita Mariska Putri, siswi yang juga penulis buku A Journey With A Little Vampire itu bercerita tentang isi buku yang bercerita kisah perjuangan hidup dalam Thalasemia.

"Ini kisah tentang perjalanan hidup penderita kelainan darah Thalasemia yang didiagnosis dari umur 6 tahun, yang kemudian disebut vampir kecil karena perlu pengobatan tranfusi darah tiap bulan harus menjalani transfusi. Perjalanan hidup yang pantang menyerah dan penuh perjuangan," kata gadis kecil yang kerap disapa Putri.

Dia mengungkapkan kesedihan dan kegembiraannya setelah buku karyanya telah dicetak. Dia juga mengaku tidak memiliki kesulitan selama menulis karya tersebut.

"Ada kesedihan ada pula keceriaan, semangat dan cita-cita, semua dikisahkan dalam buku ini. Hambatan dalam mengerjakan buku ini hampir tidak ada walaupun mondok di rumah sakit, tetap menulis karya ini. Aku butuh waktu dua bulan untuk menyelesaikan ini," ungkapnya.

Putri menjelaskan, dirinya rela mendonasikan hasil dari penjualan buku miliknya kepada para penderita thalasemia lainnya yang kini tengah berjuang dalam pengobatan.

"Setelah buku ini rilis dan dinikmati oleh pembaca, keuntungan penjualan akan di donasikan untuk teman-teman pejuang thalasemia di Kota Metro. Buku ini didedikasikan untuk pejuang thalasemia dimanapun berada agar tetap semangat, kuat dan ikhlas menjalani hari-harinya," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Siti Fatonah selaku guru pembimbing kelas menulis SD Muhammadiyah Metro Pusat menceritakan proses peluncuran 40 buku karya pelajar.

"Semua ada 40 anak dan 40 buku, brandnya adalah satu anak satu buku. Setiap pembinaan itu pasti ada kendala, jadi kendalanya adalah pasang surut semangat anak saat menulis. Kamu berusaha betul selaku guru pembina, kepala sekolah dan orang tua wali murid mendorong anak-anak supaya naskahnya selesai," kata dia.

Siti Fatonah menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kota (Pemkot) Metro dapat serius dalam memberikan perhatian kepada para pegiat literasi di Bumi Sai Wawai.


Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar