#korporasi#pembakar#lahan

4 Korporasi Dalang Pembakaran 496 Hektar Lahan

( kata)
4 Korporasi Dalang Pembakaran 496 Hektar Lahan
dok Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co): Mabes Polri bersama jajaran Polda di seluruh Indonesia ternyata telah menetapkan 323 orang  dan 14 korporasi, Sebagai Tersangka kebakaran hutan dan lahan, dengan total lahan yang terbakar mencapai 7482,8459 hektar. Penindakan itu berlangsung sejak Januari hingga September 2019.

Rinciannya,   Bareskrim 1 korporasi, Polda Riau 1 Korporasi 59 perorangan, Polda Aceh 1 Korporasi, Polda Sumatera Selatan 1 Korporasi 26, Polda Jambi 1 korporasi 39 orang, Polda Kalimantan Selatan 2 korporasi 26 perorangan, Polda Kalimantan Tengah 1 korporasi 79 perorangan, Polda Kalimantan Barat 2 korporasi 69 perorangan, Polda Kalimantan Timur 24 perorangan.

Ternyata Polda Lampung pun menetapkan 4 Korporasi sebagai tersangka dari lima laporan.

Rinciannya, PT Sweet Indo Lampung (SIL) 2 laporan, PT Indo Lampung Perkasa, PT Paramitra Mulya Langgeng, dan PTPN 7.

"Ya benar, Lampung ada 5 (LP) yang ditetapkan sebagai tersangka," ujar Karopenmas Di Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedy Prasetyo, Selasa 24 September 2019.

Saat ini perkara tersebut masih dalam tahap penyidikan, namun belum ada pelaku yang ditahan.

"Penanganan (Karhutla) di krimsus," katanya.

Sementara Dirreskrimsus Polda Lampung Kombespol Subakti belum bisa dikonfirmasi, Lampost.co mencoba menemuinya di ruangan namun tak ada, sedangkan pesan dan telepon belum direspon.

Diberitakan sebelumnya, Korem 043 Garuda Hitam bersama jajaran Kodim dan Koramil terus berupaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Bahkan TNI bersama dengan Polri dan instansi terkait berusaha melakukan pemadaman dan pencegahan.

Dua cara digunakan untuk memadamkan atau mencegah karhutla di Lampung, kendati belum ditemukan titik api yang besar dan berlangsung lama di Bumi Ruwai Jurai.

Petama yakni dengan mengedepankan pola mitigasi karhutla.

"Kita perkuat Mitigasi, caranya dengan sosialisasi ke masyarakat dan perusahaan jangan sampai membakar hutan, atau lahan sembarangan, tentunya bakal ditindak tegas oleh aparat kepolisian," ujar Danrem 043 Garuda Hitam Kolonel Inf Taufiq Hanafi, Senin 23 September 2019.

Pola yang kedua yakni mencegah kebakaran yang sudah terjadi membesar, dengan melakukan pemadaman sedini mungkin.

"Makanya peran serta masyarakat sangat penting bukan cuma dari TNI Polri," katanya. 

Asrul Septian Malik



Berita Terkait



Komentar