#kpk#geledah#korupsi#ott#beritalampung

4 Jam Bongkar Brankas Milik Bupati Lampura, KPK Tak Temukan Isi

( kata)
4 Jam Bongkar Brankas Milik Bupati Lampura, KPK Tak Temukan Isi
Penyidik KPK terlihat keluar dari rumah Bupati Lampura pada pukul 18.00 WIB di Jalan Sultan Haji, No. 4A Kota sepang, Labuhanratu. Lampost.co/Zainudin

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pennyidik KPK akhirnya keluar dari kediaman Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara pada pukul 18.00 WIB, yang beralamatkan di Jalan Sultan Haji, No. 4A, Kota Sepang, Labuhan Ratu Bandar Lampung pada Jumat, 11 Oktober 2019.

Ropi petugas kunci duplikat yang ikut dalam penggeledahan rumah Agung bersama para penyidik KPK, mengatakan bahwa tugasnya membongkar brankas dengan pembongkaran yang dilakukan hampir empat jam. "Saya cuma bongkar satu brankas, tapi isinya kosong. Brankas tersebut diambil dari kamar pak bupati," ujar dia.

Pantauan Lampost.co tim penyidik berjumlah kurang lebih hingga 12 orang. Salah satu dari penyidik tersebut terlihat keluar dengan membawa satu koper kuning dan langsung dimasukkan kedalam mobil yang telah terparkir lama di teras Agung sejak siang tadi.

Terlihat belasan tim penyidik tersebut datang dengan menggunakan tiga mobil Toyota Innova berwarna hitam dengan plat BE-1306-CB, BE-1852-YG, dan BE-1112-XX. Tidak ada tanggapan sama sekali dari para penyidik yang keluar dari rumah Agung. Sementara mobil Mitsubishi Pajero Sport putih BE-1801-BB adalah milik kuasa hukum Bupati Lampura.

 Berita terkait:

KPK Geledah Brankas dan Kotak Rahasia Milik Bupati Lampura

Bersamaan dengan keluarnya para penyidik KPK tersebut, terlihat ketua lingkungan I Kota Sepang yakni Nurdin mengaku hanya menyaksikan penggeledahan di rumah Agung Ilmu Mangkunegara. "Kami hanya menyaksikan, dan datang setelah shalat Jum'at, dan mengenai isi berangkas, saya tidak tahu menahu karena posisi saya diluar," kata dia.

Sementara itu, Ajeng Kusuma Dewi selaku tim kuasa hukum dari Agung Ilmu Mangkunegara tidak banyak berkomentar. "Maaf saya tidak bisa berkomentar banyak, disini hanya dilakukan pemeriksaan saja," ujarnya.

Atika Oktaria

Berita Terkait

Komentar