#pilkakam#protes

4 Bakal Calon Kakam Protes Keputusan Panitia

( kata)
4 Bakal Calon Kakam Protes Keputusan Panitia
Caption: Suasa saat penetapan calon kakam Pancarkarsa Purnajaya, Kecamatan Bankarbaru, Tulangbawang, Kamis 21 November 2019. Lampost.co/Ferdi Irwanda

Menggala (Lampost.co) -- Suasana penetapan dari bakal calon menjadi calon Kepala Kampung Pancarkarsa Purnajaya, Kecamatan Bankarbaru, Tulangbawang di balai kampung setempat sempat memanas, Kamis, 21 November 2019.

Empat dari lima bakal calon kepala kampung yang baru saja ditetapkan panitia pelaksanaan pilkakam menjadi calon kepala kampung enggan menandatangani surat keputusan dan memprotes keputusan panitia pelaksana.

Protes tersebut, lantaran mereka menilai panitia bermain di dalam keputusan yang dibuat. Hal itu, karena ada salah satu bakal calon diloloskan menjadi calon. Padahal, mereka mendapati salah satu bakal calon tersebut diduga menggunakan ijazah palsu dalam syarat pencalonan.

Komang Suardana salah satu calon kepala kampung setempat, menilai keputusan panitia pelaksana dengan meluluskan Bakri yang merupakan calon petahana itu, cacat hukum.

"Temuan kami di ijazah SDnya, karena selain ijazah SD yang dimasukan ke syaratnya ada noda berupa tinta. Juga dari hasil verifikasi kami ke sekolahnya langsung di SD Negeri 1 Tawing, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur ijazah nomor induk 366 atas nama Bakri Bin Mukani adalah milik Mukri Bin Mukani," kata Komang.

"Nah sementara untuk ijasah paket B dan C yang dicantumkannya untuk mendaftar, memakai nama Bakri Bin Mukani. Disini kan sudah jelas, enggak sinkron datanya," kata dia lagi.

Komang berharap, panitian penyelenggara dapat selektif dan bersikap netral dalam memberikan keputusan. 

"Panitia jangan tebang pilih, karena waktu verifikasi berkas pada tanggal 4 November lalu punya saya ada temuan. Waktu itu tahun lahir saya enggak sama di ijazah dengan kartu keluarga. Nah kemudian saya perbaiki. Sementara Bakri ini sudah beda nama, panitia kok enggak meminta perbaikan. Ini ada apa dengan panitia. Makanya kami menduga ada permainan panitia disini, mereka kan terkesan enggak netral," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pilkakam Sunaryo enggan berkomentar terkait dengan sejumlah protes yang dilontarkan empat calon lainnya.

"Saya no coment," kata Sunaryo sembari meninggalkan balai kampung setempat. 

Sementara itu, Bakri yang diduga menggunakan ijazah palsu mengomentari santai aksi protes yang dilakukan empat calon lainnya. Menurut dia, segala keputasan ada di panitia.

"Kalau menurut mereka datanya dipalsukan atau segala macam itu datanya ada dikepanitian. Bagi kita enggak ada masalah. Bisa di kroscek, kita oke oke saja sampai dimana," ujar dia.

 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar