#JemaahHaji#Kemenag

4.659 Jemaah Haji Jalani Sunah Tarwiyah

( kata)
4.659 Jemaah Haji Jalani Sunah Tarwiyah
Tenda-tenda di Mina telah siap menyambut puncak haji 2022. Dok MCH 2022


Makkah (Lampost.co)-- Sebanyak 4.659 jemaah calon haji (JCH) menjalani ibadah sunah tarwiyah. Mereka berangkat ke Mina sejak Rabu, 6 Juli 2022, sore.

"Data terakhir 4.659, ini bisa berubah," kata Kepala Seksi Bimbingan Ibadah (Bimbad) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ansor, Rabu, 6 Juli 2022.

Tarwiyah adalah mabit (menginap) di Mina pada 8 Zulhijjah, sebelum wukuf di Padang Arafah. Di sana jemaah menunaikan salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya, dan Subuh. Mereka tidak meninggalkan Mina sebelum terbit matahari di hari Arafah.

Jumlah itu, kata Ansor, melebihi perkiraan yang diprediksi tidak akan diikuti lebih dari 4.000 orang. Namun, mereka yang sudah daftar juga bisa juga berkurang karena adanya biaya khusus tarwiyah.

"(Biaya) transportasi dan makan. Dari hotel ke Mina. Uangnya masuk ke maktab (perusahaan) sendiri," tuturnya.

Baca Juga : Jemaah Haji Bandar Lampung Sempat Dilanda Batuk Pilek

Ansor merinci, jemaah yang paling banyak mengikuti tarwiyah berasal dari Jawa Tengah (Kloter SOC) yang tinggal di Kawasan Jarwal, yakni sekitar 1.600 jemaah, lalu dari embarkasi Jakarta sebanyak lebih dari 1.300 orang.

Selain itu, sebanyak 2.208 peserta tarwiyah juga merupakan jemaah haji Jawa Barat yang tinggal di Kawasan Misfalah.

Ketua Sektor 5 Misfalah, M. Ansori menyebut, dari 44 kelompok terbang (kloter), sebanyak 32 di antaranya telah melaporkan jemaahnya mengikuti sunah tarwiyah.

Meskipun begitu, Ansori mengatakan, jemaah sudah memahami bahwa biaya untuk menjalani tarwiyah ditanggung sendiri. Jumlah biaya berbeda-beda itu tergantung dengan maktab atau syarikah yang memfasilitasinya. Namun, secara umum biaya tarwiyah berkisar antara SAR250-300 atau sekitar Rp1 juta hingga Rp1,2 juta per orang.

“Jadi setiap jemaah yang ingin melakukan tarwiyah, kita sudah siapkan blangko surat pernyataan baik perorangan baik rombongan. Bahkan kalau itu lebih dari satu rombongan, pembimbing ibadah haji dari kloter tersebut harus ikut tanda tangan di atas materai dan dibuat melalui aplikasi,” ujar dia.

Ansori juga menyampaikan kepada para ketua rombongan yang melakukan tarwiyah atau maktab yang akan menangani agar tidak sampai meninggalkan  jemaah di Mina saat waktu wukuf di Arafah tiba.

“Kami minta betul-betul disweeping. Mereka semua sudah terangkut, semua di Arafah karena haji ini kan puncaknya di Arafah,” tandasnya.

Di Sektor 5, Ansori menyebut ada sekitar 108 orang yang batal mengikuti tarwiyah karena tidak adanya fasilitas yang disediakan maktab. Sebagian ada yang bergabung dengan maktab lain, dan sebagian lagi menarik diri untuk tidak melakukan tarwiyah.

Sunah tarwiyah berasal dari sejarah haji zaman Rasulullah saw ketika para jemaah mulai mengisi perbekalan air di Mina untuk persediaan wukuf di Arafah. Namun, Pemerintah Arab Saudi lewat peraturan hajinya tidak memasukkan tarwiyah dalam rangkaian ibadah haji.

Begitu pun dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI yang juga menyesuaikan aturan tersebut karena pelaksanaan tarwiyah dianggap dapat merepotkan pelaksanaan haji.

Dian Wahyu K






Berita Terkait



Komentar