#pertanian#agraria#beritalampung

4,5 Hektare Kebun Jagung di Metro Terancam Gagal Panen

( kata)
4,5 Hektare Kebun Jagung di Metro Terancam Gagal Panen
Kebun jagung seluas 4,5 hektare ladang jagung di Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro, terancam gagal panen. Hal itu dampak banjir yang merendam 20 hektare lahan pertanian pada Minggu, 23 Oktober 2022. Lampost.co/Bambang


Metro (Lampost.co) – Kebun jagung seluas 4,5 hektare ladang jagung di Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro, terancam gagal panen. Hal itu dampak banjir yang merendam 20 hektare lahan pertanian pada Minggu, 23 Oktober 2022.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Herry Wiratno, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Pemprov untuk mendapatkan bantuan benih jagung pengganti 4,5 ha ladang yang terendam air itu.

“Apapun yang bisa diberikan provinsi akan kami salurkan ke petani. Setelah banjir biasanya ada pergantian benih. Intinya kami mengajukan dan eksekusinya ranah provinsi," kata Herry, Senin, 31 Oktober 2022.

Dia menambahkan, saat ini memang DKP3 tidak menganggarkan untuk memberikan bantuan akibat insiden banjir. Bantuan itu hanya disiapkan provinsi.

"Makanya kami berkolaborasi dan melakukan pendataan dulu, supaya petani bisa langsung menanam kembali," tambahnya.

Sementara itu, petani tidak mengajukan asuransi karena banjir. "Asuransi itu usulan dan kemauan petani. Kalau bencana ini kan tidak bisa diprediksi dan rata-rata mereka tidak mengajukan," ungkapnya.

Menurutnya, biasanya petani mendeteksi wabah dan bencana yang akan terjadi dalam setahun. Hal semacam itu perlu koordinasi dan petani harus menyiapkan dan melaporkan ke Dinas," lanjutnya.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar