#Penculikan#Nigeria

39 Siswa di Nigeria Diculik Kelompok Bersenjata

( kata)
39 Siswa di Nigeria Diculik Kelompok Bersenjata
Ilustrasi. Siswa di Nigeria dibebaskan penculik. Foto: AFP.


Nigeria (Lampost.co) -- Sebuah perguruan tinggi di barat laut Nigeria diserang kelompok bersenjata yang melakukan penculikan massal terhadap 39 siswa. Kelompok itu menyerbu Sekolah Tinggi Mekanisasi Kehutanan Federal di Mando, negara bagian Kaduna pada Kamis, 11 Maret 2021.

Penembakan itu tak pandang bulu sebelum membawa para siswa. Perguruan tinggi Kaduna dikatakan memiliki sekitar 300 siswa laki-laki dan perempuan yang rata-rata berusia 17 tahun ke atas.

Komisioner negara bagian Kaduna untuk keamanan dalam negeri, Samuel Aruwan, mengatakan 39 siswa hilang, sementara tentara berhasil menyelamatkan 180 orang setelah pertempuran dengan kelompok bersenjata itu.

"Pemeriksaan lebih lanjut setelah serangan oleh bandit bersenjata menunjukkan 39 siswa saat ini belum ditemukan, termasuk 23 perempuan dan 16 laki-laki,” kata Aruwan dalam sebuah pernyataan Jumat, 12 Maret 2021, malam.

Aruwan menambahkan, pemerintah negara bagian menjaga komunikasi yang erat dengan manajemen perguruan tinggi serta didukung oleh badan keamanan untuk melacak siswa yang hilang.

Komisaris tersebut mengatakan beberapa siswa yang berhasil diselamatkan terluka selama operasi penyelamatan dan sedang dirawat di rumah sakit militer. Aparat kepolisian dan militer berjaga-jaga di sekitar kampus di pinggiran kota Kaduna pada Jumat sore saat para orangtua dan keluarga menunggu kabar dengan gelisah.

"Kami telah memastikan dari rekan-rekannya, putri kami, Sera, bersama para penculik," kata Helen Sunday kepada wartawan, air mata membasahi wajahnya.

"Saya meminta pemerintah untuk membantu menyelamatkan anak-anak kami,” imbuhnya.

Kelompok bersenjata berat di barat laut dan tengah Nigeria telah meningkatkan serangan dalam beberapa tahun terakhir, menculik untuk meminta tebusan, pemerkosaan dan penjarahan. Para bandit baru-baru ini mengalihkan fokus mereka ke sekolah tempat mereka menculik siswa atau anak sekolah untuk mendapatkan uang tebusan.

Serangan Kamis ini merupakan serangan keempat sejak Desember. Penculikan massal di barat laut memperumit tantangan keamanan yang dihadapi pasukan keamanan Presiden Muhammadu Buhari yang juga memerangi pemberontakan Islam selama lebih dari satu dekade di timur laut.

Daerah ini terkenal dengan bandit dan perampokan bersenjata, terutama di sepanjang jalan raya yang menghubungkan kota dengan bandara. Geng-geng tersebut sebagian besar didorong oleh motif keuangan dan tidak memiliki kecenderungan ideologis yang diketahui.

Para korban seringkali dibebaskan segera setelah negosiasi, meskipun pejabat selalu menolak membayar uang tebusan.

Pada 27 Februari, pria bersenjata menculik 279 siswi di dekat negara bagian Zamfara. Seminggu sebelumnya, orang-orang bersenjata menangkap 42 orang, termasuk 27 siswa dari sekolah berasrama khusus laki-laki di negara bagian Niger tengah. Pada bulan Desember, ratusan anak sekolah ditangkap di Katsina, negara bagian asal Buhari.

Winarko







Berita Terkait



Komentar