#bltdanadesa#beritalamsel#bansos

39 KPM di Bandanhurip Belum Bisa Cairkan BLT-DD

( kata)
39 KPM di Bandanhurip Belum Bisa Cairkan BLT-DD
Mbah Won (71) Dusun Laksanamulya, Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, terpaksa pulang tanpa membawa uang BLT-DD karena data kependudukannya bermasalah, Selasa (23/6/2020). Lampost.co/Armansyah

Kalianda (Lampost.co): Sebanyak 39 keluarga penerima manfaat bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) di Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, harus gigit jari. Pasalnya, mereka belum bisa mencairkan bantuan sosial dari anggaran dana desa (DD) 2020.

Hal tersebut baru diketahui ketika penyaluran BLT-DD di Halaman Kantor Desa Bandanhurip, Selasa, 23 Juni 2020. Ke-39 KPM itu dengan terpaksa pulang tanpa membawa uang BLT-DD yang sudah didata sebelumnya.

Won (71), warga Dusun Laksanamulya mengatakan terpaksa pulang karena diberitahu belum bisa mencairkan BLT-DD hari ini, 23 Juni 2020. Padahal, ia telah menunggu selama satu jam untuk mendapatkan bantuan sosial tersebut. 

"Enggak tau masalahnya apa. Tapi, saat diumumkan tadi nama-nama yang disebutkan masih ada kesalahan pada NIK. Ya, termasuk nama saya disebutkan. Mau enggak mau saya pulang. Tahu gitu enggak datang sekalian, sudah lama nunggu," kata dia. 

Baca juga: 38 KPM dari Dua Desa di Penengahan Belum Terima BLT DD

Sementara itu, Kepala Desa Bandanhurip, Sugiyanto mengatakan pihaknya baru mengetahui ketika pihak Bank BRI (penyalur, red) datang setelah KPM menunggu lama di halaman kantor desa. Setidaknya ada 39 KPM yang belum bisa mencairkan BLT-DD, yakni di Dusun Bandanpurwa 6 KPM, Laksanamulya 17 KPM, dan Harapanmulya 16 KPM

"Kalau keterangan dari pihak Bank BRI, ke-39 KPM itu ada kesalahan pada NIK kependudukannya. Kami juga baru dikasih tau saat mereka datang. Kalau seperti ini kasihan masyarakat kami yang sudah lama menunggu," kata dia. 

Seharusnya, kata Sugiyanto, pihak bank penyalur menginformasikan hal tersebut kepada pihak desa supaya mereka tidak datang dan menunggu lama.

"Kami tidak dikasih tau kalau ada 39 KPM belum bisa dicairkan. Kalau kemarin dikasih tau, pasti kami infokan ke KPM itu biar tidak datang karena masih proses. Baru 126 KPM yang disalurkan," kata dia. 

Terpisah, Perwakilan Bank BRI Unit Palas, Arif disela-sela penyaluran BLT-DD itu mengatakan ke-39 KPM itu belum bisa disalurkan karena data kependudukan, yakni NIK mereka bermasalah. Meski demikian, ia belum bisa menjelaskan secara rinci permasalahannya. 

"Iya, ada 39 KPM yang belum bisa mendapatkan BLT-DD. Itu ada kesalahan pada NIK kependudukan mereka," kata dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar