#covid-19#lampung

38 Orang Jalani Rapid Test Usai Kontak dengan Pasien Covid-19

( kata)
38 Orang Jalani Rapid Test Usai Kontak dengan Pasien Covid-19
Tim Gugus Tugas Covid-19 Tanggamus lakukan konferensi pers pada Kamis (21/5), malam.

Kotaagung (Lampost.co) --Tim Gugus Tugas Covid-19 Tanggamus melaksanakan tracking perjalanan serta mendata riwayat kontak dengan pasien meninggal dinyatakan Positif Covid-19 pada tanggal 21 Mei.

Pasien merupakan pria berusia 69 tahun dan memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, Sulawesi Selatan, warga Kecamatan Pulau Panggung.

Pasien telah meninggal dunia pada 10 Mei 2020 dan diduga memiliki riwayat penyakit dalam. Pada hari ini, Jumat, 22 Mei 2020 dijadwalkan 38 orang yang sempat melakukan kontak langsung dengan pasien akan menjalani Rapid Tes oleh Tim Gugus Tugas Covid 19.

Melalui Konferensi Pers di Sekretariat Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Tanggamus pada Kamis, 21 Mei 2020 malam, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Tanggamus dr. Eka Apriyanto membenarkan hal tersebut.

Sebelumnya,  pada 22 Maret 2020, pasien menderita penyakit badan disertai suhu badan panas tinggi. Tindakan farmalogis yang dilakukan adalah pengobatan simtomatis sesuai keluhan.

"Selain itu pasien juga diberikan edukasi dan diimbau untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah," ujar dr. Eka.

Kemudian, pada 7 April 2020, pasien mengeluh sesak nafas saat melakukan aktivitas ringan. Pasien lalu dilarikan ke Rumah Sakit Panti Secanti Gisting, berdasarkan rujukan Puskesmas dengan diagnosa CHF. Pada 12 April pasien kembali dirawat di RS Panti Secanti dengan diagnosa CHF dan TB Paru.

"Terhadap pasien lalu dilaksanakan Rapid Tes pada 15 April dan hasilnya nonreaktif. Pasien diperbolehkan pulang dan rawat jalan," katanya.

Tanggal 2 sampai 8 Mei 2020, pasien menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu dengan keluhan sesak nafas dan diagnosa CHF dan TB Paru. Rapid tes kembali dilakukan di RS Mitra Husada dan hasilnya masih negative, dilanjutkan dengan pemeriksaan Swab. Karena kondisinya membaik, pada 8 Mei, pasien diperbolehkan pulang dan meninggal selang 2 hari kemudian.

Pada Kamis,  21 Mei 2020, pasien tersebut dinyatakan Positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan Swab.

 Direktur RSUD Batin Mangunang dr. Diyan Ekawati yang juga hadir dalam konferensi pers mengatakan kemungkinan pemeriksaan Swab akan dilakukan terhadap keluarga pasien. Hal ini guna memastikan ada atau tidaknya orang sekitar pasien yang terinfeksi.

Pasien 01 Tanggamus dinilai memiliki kasus unik karena diketahui Positif Covid-19 setelah 43 hari. Berbeda dengan pasien yang selama ini ada, yakni 7 hari sudah bisa di deteksi.

"Bagi orang yang terdekat dengan gejala Covid kami merekomendasikan untuk melakukan swab," kata iyan.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Taufik Hidayat mengajak media untuk bersama-sama menumbuhkan kesadaran masyarakat agar mengikuti anjuran pemerintah.

"Terlebih menjelang Idul Fitri ini agar sebisa mungkin melakukan pencegahan terhadap diri dan keluarga.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar