LambarBPS

375 Petugas BPS Lampung Barat Jalani Rapid Test

( kata)
375 Petugas BPS Lampung Barat Jalani Rapid Test
Jelang kegiatan sensus penduduk, seluruh petugas BPS Lambar dirapid test.Eliyah

LIWA (Lampost.co) -- Sebanyak 375 pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Barat bersama  petugas lapangan selaku mitra kerjanya yang akan melaksanakan kegiatan sensus penduduk, Selasa, 25 Agustus 2020 dilakukan rapid test.

Ke-375 yang dirapid test itu terdiri seluruh pegawai BPS Lambar sebanyak 32 orang ditambah Satpam dan pramusaji 5 orang. Kemudian petugas lapangan (mitra) untuk wilayah Lampung Barat sebanyak 220 orang dan 118 petugas lapangan untuk wilayah Pesisir Barat. Rapid tes itu dipusatkan di kantor BPS dengan mendatangkan petugas kesehatan dari provinsi.

Rapid test dilaksanakan mulai Selasa-Rabu untuk petugas yang ada di Lampung Barat. Kemudian Kamis-Jumat untuk petugas dari Pesisir Barat.

Kasubbag tata usaha Mat Kusairi mendampingi Kepala BPS Lambar Amiruddin, mengatakan rapid test selain menyasar kepada pegawai BPS, juga dilaksanakan terhadap seluruh petugas lapangan, baik yang ada di Lambar maupun Pesisir Barat. Mereka dirapid test untuk memastikan kondisi kesehatannya dalam rangka menghadapi tugas pelaksanaan sensus penduduk yang akan dilaksanakan mulai 1 September mendatang.

"Kegiatan ini untuk memastikan agar sebelum melaksanakan sensus penduduk, dipastikan bahwa petugas lapangan ini dalam kondisi bebas covid-19," kata dia.

Rapid test ini dilaksanakan bekerjasama dengan Prodia Bandar Lampung sebagai pihak pelaksana rapid test. Hasil dari rapit itu nantinya akan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Lampung Barat.

Untuk hari pertama ini rapit test dilaksanakan mulai kepada petugas lapangan dari Batuketulis, Balikbukit, Belalau, Suoh, Bandarnegeri Suoh, Batubrak, Sukau dan Lumbok Seminung. Untuk yang lainya dilaksanakan pada Rabunya. Sedangkan petugas lapangan dari Pesisir Barat dijadwalkan Kamis-Jumat.

"Rapid tes bagi petugas lapangan ini dilaksanakan untuk memastikan kesehatan petugas. Jika nanti diketahui ada petugas yang hasilnya reaktif maka petugas tersebut akan diganti dengan petugas yang lain.

"Rapid tes ini adalah untuk memastikan bahwa calon petugas dan pegawai BPS dan mitranya di Lambar ini bebas dari covid-19. Khusus calon mitra jika nanti ada yang reaktif maka akan dilakukan pengganti petugas pencacah yang baru," kata Mat Kusairi.

Ia menambahkan, sensus penduduk dilaksanakan selama satu bulan dengan pelaksanaan lapangan mulai tanggal 1-15. Selanjutnya adalah waktu penyusunan dokumen dan penyetoran data hasil pendataan.

Rapid test ini dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) sensus penduduk secara nasional dimana nantinya petugas akan melakukan pendataan ke rumah penduduk secara Door to Door.   

Karena itu jika ada petugas yang diketahui hasil rapid testnya dinyatakan reaktif maka calon petugas tersebut tidak diperbolehkab melaksanakan sensus.

Ia menambahkan, sensus penduduk ini awalnya dijadwalkan pada Juli lalu namun diundur dan dilaksanakan pada September ini. 

Mengingat sensus penduduk ini sangat penting karena kegiatanya hanya 10 tahun sekali maka peran serta aparat desa hingga pemangku adalah sangat vital fungsinya bagi kesuksesan kegiatan sensus di lapangan.

Karena itu ia berharap agar aparat desa dapat berperan aktif dengan mendorong masyarakatnya untuk dapat membantu kelancaran pengisian dokumen C1 pada saat petugas sensus memeriksa dan memverifikasi daftar penduduk di pemangku atau lingkunganya.

Guna mensukseskan kegiatan sensus penduduk itu maka pihaknya akan mengerahkan sebanyak 220 petugas sensus yang akan melaksanakan sensus penduduk di Lampung Barat dan 118 petugas sensus untuk di Pesisir Barat.

Melalui petugas itu ia meminta agar pada pelaksanaan petugas dapat melaksanakan pengisian dokumen kependudukan secara teliti dan masyarakat juga memberikan informasi yang sesuai.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar