#beritalampung#bandarlampung#ppdb

37.712 Siswa Lulus Seleksi PPDB SMA/SMK

( kata)
37.712 Siswa Lulus Seleksi PPDB SMA/SMK
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Tommy Efra Handarta. Lampost.co/Deta Citrawan


Bandar Lampung (Lampost.co): Sebanyak 37.712 siswa dinyatakan lulus seleksi SMA/SMK pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Tommy Efra Handarta mengatakan data tersebut merupakan akumulasi total dari seluruh sekolah se-15 kabupaten/kota. "Dari masing-masing jalur penerimaan yaitu zonasi lulus seleksi sebanyak 27.707, afirmasi 4.779, pindah orang tua 474, prestasi akademik 2.683 dan prestasi non akademik 2.069 siswa," ujarnya, Jumat, 22 Juli 2022.

Sementara jumlah pendaftar yang dinyatakan tidak lulus seleksi PPDB pada tahun ajaran ini diketahui sebanyak 7.170 orang. Untuk daya tampung dari seluruh labupaten/kota diketahui sebanyak 45.806.

Tommy mengatakan bahwa setelah pengumuman hasil seleksi seluruh peserta didik mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dari masing-masing sekolah. Meskipun masih dalam masa pandemi covid-19 dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) telah dibuka 100 persen, pengetatan prokes tetap diberlakukan oleh pihak sekolah baik kepada peserta didik, guru dan tenaga pengajar.

"Di awal Covid-19 sudah bentuk tim verifikasi new normal cuma tidak tiap hari kontrol, hanya pada saat terdapat permasalahan tim turun dengan ketentuan berlaku yang sama dan berpedoman pada SKB 4 menteri sebagai rujukan," kata dia.

Menurutnya meskipun kini terdapat informasi adanya varian baru turunan dari virus Covid-19, pihaknya yakin dengan telah diberikan vaksin lengkap hingga booster dapat mengantisipasi terdampak virus korona. "Yang penting sudah vaksin, sudah booster, kita coba new normal dan prokes tetap, contohnya sekarang meskipun PTM sudah 100 persen, siswa yang masuk sekolah masih harus cek suhu, cuci tangan, pakai masker juga masih, hanya saja komunikasi sudah intens tidak ada pembatasan jarak, kantin juga sudah dibuka, tapi memang penanganan tetap," ujar dia.

Adi Sunaryo






Berita Terkait



Komentar