#ppkmdarurat#bakauheni

336 Kendaraan Dilarang Menyeberang ke Jawa

( kata)
336 Kendaraan Dilarang Menyeberang ke Jawa
Arus penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni ke Merak, Banten sepi dari antrean kendaraan karena penyekatan PPKM Darurat Jawa-Bali, Rabu, 13 Juli 2021. Lampost.co/Aan Kridolaksono


Kalianda (Lampost.co) --  Petugas gabungan di Pos Penyekatan Pelabuhan Bakauheni kembali melarang 32 kendaraan yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten. Mereka disetop karena tidak bisa menunjukkan surat vaksin covid-19 sebagai syarat minimal penyeberangan dan surat hasil tes negatif PCR (2x24 jam) atau antigen (1x24jam). 

Syarat tersebut memang diberlakukan selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali.

"Jadi sudah ada 336 kendaraan yang dilarang menyeberang ke Merak sejak PPKM Darurat Jawa-Bali dilakukan di Pelabuhan Bakauheni mulai 6 Juli lalu," kata Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, AKP Ridho Rafika di Pelabuhan Bakauheni, Selasa, 13 Juli 2021.

Baca: Aktivitas Pelabuhan Bakauheni Diawasi Ketat

 

"Kemarin kami periksa 387 kendaraan terdiri dari sepeda motor sebanyak 16 unit, mobil pribadi 54 unit, 14 bus, dan 303 kendaraan angkutan barang," tambah dia.

Dari jumlah itu, lanjut AKP Ridho, pengetatan terhadap pelaku penyeberangan yang dilakukan di dalam dan di luar pelabuhan masih menemukan sembilan pengendara sepeda motor, 18 roda empat, dan lima bus yang tidak mengantongi syarat penyeberangan. 

"Untuk kendaraan angkutan barang dan logistik tidak ada yang diputar-balik oleh petugas," tambahnya. 

Dia menjelaskan, pembatasan mobilitas masyarakat dilakukan guna menekan penyebaran covid-19 di pintu masuk Pulau Sumtera dan Jawa.

"Pemeriksaan kendaraan-kendaraan tersebut merupakan bagian dari penerapan PPKM Darurat di Jawa-Bali yang berlangsung hingga 20 Juli 2021," jelas dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar