#dapodik#humaniora#pendidikan#danabos

32 Sekolah di Lampung Tidak Sinkronisasi Dapodik

( kata)
32  Sekolah di Lampung Tidak Sinkronisasi Dapodik
Ilustrasi. Foto: Dok/Kemendikbud

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Ada 32 sekolah di provinsi Lampung dari 10 kabupaten/kota yang tidak melakukan sinkronisadi data pokok pendidikan (Dapodik). Padahal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan batas waktu pengambilan data (cut-off) per 31 Oktober 2019.

Salah satu kerugian sekolah yang tidak melakukan sinkronisasi Dapodik, apabila sekolah berstatus penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS), maka sekolah tersebut tidak bisa mendapatkan anggaran BOS.

Dari 32 sekolah tersebut, seluruhnya ditingkatan pendidikan dasar (SD-SMP). Namun, untuk tingkatan sekolah menengah atas (SMK-SMA) sudah seluruhnya melakukan sinkronisasi Dapodik.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung, Eka Afrina mengatakan untuk tingkat pendidikan dasar, pihak Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung sudah berupaya maksimal untuk mendorong agar sekolah melakukan verifikasi Dapodik.

Berdasarkan data Dapodik angka verifikasi atau sinkronisasi Dapodik pada Dinas Pendidikan Bandar Lampung mencapai 98,76%. "Kita sudah semua kok dan sudah berupaya maksimal," ujarnya, Minggu, 10 November 2019.

Ditanya penyebab 6 sekolah tersebut tidak melakukan sinkronisasi Dapodik, Eka belum bisa memberikan jawaban."Besok saja dicek di Dinas," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung menutup sembilan sekolah tingkat atas. Sekolah tersebut ditutup melalui sistem Dapodik. Hal itu akibat pihak sekolah tidak melakukan sinkronisasi Dapodik.

Marlina, Ketua Kelompok Kerja Pendataan Pendidikan Disdikbud Lampung menjelaskan, sekolah yang berasal dari 8 kabupaten/kota itu ditutup sejak 31 Oktober 2019 lalu. Hal itu karena hingga batas waktu tersebut, pihak sekolah belum juga melakukan sinkronisasi.

"Dari 16 Oktober lalu, kami sudah menyampaikan pemberitahuan sekolah mana yang belum melakukan sinkronisasi, dan itu ada 21 sekolah. Setelah cut-off pada tanggal 31 Oktober, tinggal sembilan sekolah yang belum sinkronisasi dapodik," ujarnya.

Sembilan sekolah yang dimaksud, tersebar di delapan kabupaten/kota. Antara lain Lampung Tengah 1, Lampung Selatan 1, Lampung Timur 2, Lampung Utara 1, Tulangbawang 1, Tulangbawang Barat 1, Way Kanan 1, dan Bandar Lampung 1.

Ia menjelaskan, Dapodik berfungsi sebagai bahan perencanaan pendidikan, pengambilan kebijakan dan keputusan strategis di lingkungan Kemendikbud. Maka, sangat penting pihak untuk melakukan sinkronisasi.

"Termasuk untuk penyaluran dana BOS. Jadi harus benar valid dan sinkron," terangnya.

Berikut rincian 32 sekolah yang tidak melakukan sinkronisasi Dapodik:

Lampung Timur:

1. SMP PGRI 2 Bandar Sribawono

2. SMP TAHFIDHUL QURAN HIDAYATUL MUBTADI-IEN

3. SMP PGRI 1 MARGA SEKAMPUNG

4. SD NEGERI 6 MARGOTOTO

5. SMP ISLAM PLUS MAARIF AL FIRDAUS

6. SMP PGRI 1 PURBOLINGGO

7. SD ALAM AZZAHRA WAY JEPARA

Bandar Lampung:

1. SD IT AR-RAUF

2. SMP TRINITAS

3. SMP PGRI 3 BANDAR LAMPUNG

4. SD IT ALQURRO BANDAR LAMPUNG

5. SD AL-MUTTAQIEN 6. SMP S LUKEL

Lampung Tengah:

1. SMP PGRI 01 SEPUTIH MATARAM

2. SMP PGRI 1 RUMBIA

3. SMP BANGUN CIPTA RANTAU JAYA

4. SMP PELITA BANGUNREJO

5. SD NEGERI 1 TERBANGGI ILIR

Tulangbawang:

1. SMP TUNAS BANGSA

2. SMP NURUL QODIRI

3. SD IT JAMIATUL KHOIR

Tulangbawang Barat:

1.SMP BUDI DHARMA

2. SMP MMT TUNAS HARAPAN

Way Kanan:

1. SMP ISLAM BINA SEJAHTERA BANJIT

2. SMP WAY UMPU

Lampung Selatan:

1. SMP SEJAHTERA

2. SMP Mafatihussalam.

Lampung Utara:

1. SD TALANG TIMBA

2. SMP MUHAMMADIYAH AHMAD DAHLAN BOARDING SCHOOL

Pringsewu:

1. SD NEGERI 4 PODOMORO

2. SMP PGRI 2 SEMAKA

Tanggamus:

1. SMP PGRI 2 SEMAKA

Sumber : Dapodikdasmen Kemendikbud.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar