Takbir

953 Personel Gabungan Diterjunkan Antisipasi Takbir Keliling

( kata)
953 Personel Gabungan Diterjunkan Antisipasi Takbir Keliling
Jajaran Polresta Bandar Lampung dan tim gabungan Gugus Tugas Percepatan penanggulangan Covid 19 Bandar Lampung, mengantisipasi adanya takbiran keliling di kota Bandar Lampung. Asrul

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sebanyak 624 personel dari Polresta Bandar Lampung dan 329 tim gabungan Gugus Tugas Percepatan penanggulangan Covid 19 Bandar Lampung, mengantisipasi adanya takbiran keliling di Kota Bandar Lampung, Sabtu, 23 Mei 2020.

Tim terpadu tersebut melaksanakan apel di lapangan Mapolresta Bandar Lampung, pada Sabtu, 23 Mei 2020, yang diikuti oleh total sekitar 953 personel dari Polresta Bandar Lampung Kodim 0410 KBL, BPBD Bandar Lampung, Satpol PP Bandar Lampung Denpom II/3.

Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Yan Budi Jaya, dalam sambutannya saat apel mengatakan, budaya takbir keliling memang sudah ada sejak lama, namun di tengah Pandemi Covid 19, budaya itu sementara tidak diperbolehkan, guna memutus mata rantai covid 19.

"Bandar Lampung sudah masuk ke zona merah, berbagai maklumat baik dari Pusat hingga daerah sudah ada, saya berharap agar personil melaksanakan pemantauan secara maksimal, bersama Gugus tugas," ujar Yan Budi.

Sebelumnya Kepolisian daerah (Polda) Lampung dan seluruh jajaran Polresta/res melarang adanya pawai takbiran keliling, pada malam hari jelang Idul Fitri 1441 hijriah.

"tidak ada takbiran keliling," ujar Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad, Jumat 22 Mei 2020.

Guna mencegah hal tersebut terjadi, pihak Polda dan polres, menugaskan babimkamtibmas tiap kelurahan/desa, beserta anggota yang bertugas pada operasi ketupat krakatau 2020 untuk berperan aktif melakukan sosialisasi, dan monitoring di lokasi. Karena pawai takbiran keliling berpotensi melanggara social distancing, physical distancing, dan juga maklumat kapolri.

"kita Upayakan pendekatan persuasif bersifat preventif, tapi kalau sudah dilakukan tapi masih abai, tentunya upay Represif (penindakan), bakal diambil," katanya.

Winarko



Berita Terkait



Komentar