#umkm#ekonomilampung

30 UMKM BBI Dorong Pelaku Usaha Masuk E-Katalog

( kata)
30 UMKM BBI Dorong Pelaku Usaha Masuk E-Katalog
Pertemuan UMKM yang tergabung dalam gernas BBI di Pisang Goreng Beku Shamiya, Jalan ZA Pagar Alam, Gang PU Kedaton, Bandar Lampung, Minggu, 3 Juli 2022. Lampost.co/Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perkumpulan 30 UMKM BBI (Bangga Buatan Indonesia) mendorong seluruh pelaku usaha di Lampung dapat merambah ke dunia digital khususnya masuk dalam e-katalog. 

Perwakilan 30 UMKM BBI Lampung, Supriyadi, menjelaskan perkumpulan UMKM kini saling membantu dalam mengenalkan usaha lainnya. Apalagi, 30 UMKM BBI berdomisili di berbagai daerah, seperti Pesawaran, Lampung Selatan, Lampung Timur, Way Kanan, dan Tulangbawang Barat. 

UMKM yang tergabung itu terdiri daru berbagai produk, seperti keripik pisang, es krim, pisang goreng, sovenir, minuman jahe, madu, keripik buah, kain tapis, dan lainnya. Namun, tentunya produk yang dihasilkan dengan berbagai inovasi yang unik.

"30 UMKM ini diharapkan menjadi acuan untuk UMKM lainnya agar naik kelas," kata Supriyadi yang juga pemilik Keripik Asya itu saat pertemuan di Pisang Goreng Beku Shamiya, Jalan ZA Pagar Alam, Gang PU Kedaton, Bandar Lampung, Minggu, 3 Juli 2022.

Menurut dia, UMKM di Lampung patut bersatu sehingga menciptakan nuansa yang mendatangkan potensi besar. Dengan begitu omset akan terus meningkat. 

"Sehingga usaha semua teman-teman UMKM dapat merambah luar daerah ke tingkat nasional hingga internasional," ujarnya.

Selain itu, UMKM yang belum masuk e-katalog juga diharapkan segera memproses. Sebab, dengan ke dunia digital akan memperkuat dan mempercepat produk menjadi dikenal, serta menerbitkan branding UMKM masing-masing.

"E-katalog juga wajib dilakukan UMKM, 

Sehingga usaha kecil bisa menjadi menengah, dan menengah naik kelas menjadi besar," kata dia. 

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar