#beritalampung#beritabandarlampung#tambangilegal

3 Perkara Penambangan Tanpa Izin Diungkap Polda Lampung

( kata)
3 Perkara Penambangan Tanpa Izin Diungkap Polda Lampung
Lokasi penambangan ilegal yang disegel aparat kepolisian. Dok/Polda Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co): Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung memproses pelaku pertambangan mineral dan batubara (Minerba) tanpa izin.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan ada tiga perkara dalam tahun ini yang sudah diproses oleh pihaknya.

"Dua perkara sudah dilimpahkan ke tahap II karena dinyatakan lengkap P21 dan saat ini ditangani oleh kejaksaan," ujarnya, Senin, 19 Desember 2022.

Pandra mengungkapkan, tersangka Sugiyanto (52) warga Desa Dono Mulyo, Banjit, Way Kanan, melakukan penambangan emas tanpa memiliki izin usaha pertambangan di Desa Dono Mulyo, Banjit, Way Kanan.

"Dari lokasi diamankan barang bukti berupa satu set mesin gelundung, empat stik mesin gelundung, air raksa, semen, satu set regulator, dan gas koi," kata dia.

Baca juga:  Dalang Kerusuhan PT GAJ Terlibat Berbagai Aksi Kejahatan

Untuk tersangka Sugiyanto, lanjutnya, dipersangkakan melanggar Pasal 158 UU RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU RI No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman lima tahun penjara dan denda Rp100 miliar. 

"Perkara kini diproses sidik dan P21, juga telah dilakukan tahap II ke kejaksaan pada Oktober 2022," kata dia.

Sementara, untuk penindakan penanganan pasir yang tidak memiliki izin usaha petambangan di Desa Sukorahayu, Lampung Timur melibatkan tersangka, Tukiman (49) warga Dusun II, Desa Sukorahayu, Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

"Barang bukti yang diamankan diantaranya satu unit alat sedot mesin diesel dan satu unit alkon," kata Pandra.

Pasal yang dipersangkakan yakni Pasal 158 UU RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU RI No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman penjara lima tahun dan denda Rp100 miliar.

"Perkara telah diproses sidik dan P21 juga telah dilakukan tahap II ke kejaksaan pada Oktober 2022," kata dia.

Pandra menambahkan untuk penindakan penambangan emas yang tidak memiliki izin usaha di Kabupaten Pesawaran, milik PT Lampung Sejahtera Bersama sudah habis masa izinnya.

Pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu senter kepala, satu jack hammer, dua karung ukuran 25 kilogram, akta pendirian, surat izin, tanda daftar perusahaan, dan surat keterangan domisili.

Pasal yang dipersangkakan yakni Pasal 158 UU RI No.3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU RI No.4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman penjara selama lima tahun dan denda Rp100 miliar. Perkara tersebut saat ini masih dalam proses penyidikan.

"Sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan juga sudah dilakukan pemeriksaan dari ahli pertambangan dan ahli hukum," pungkasnya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar