#pertambangan

3 Kecamatan di Lamsel Belum Laporkan Data Perusahaan Penambang Batu

( kata)
3 Kecamatan di Lamsel Belum Laporkan Data Perusahaan Penambang Batu
penambangan batu andesit di Pekon Tambahrejo, Pringsewu. Ilustrasi/Lampost/Widodo


Kalianda (Lampost.co) -- Setkab Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyinkronkan data perusahaan penambangan batu. Pendataan itu dilakukan melalui tiap kecamatan.

Namun, hingga masih ada tiga dari sembilan kecamatan di Lamsel yang belum melaporkan data tersebut. 

Sementara ini, laporan perusahaan penambangan baru berasal dari enam kecamatan, yaitu Katibung 30 perusahaan, Ketapang 8 perusahaan, dan Natar 3 perusahaan. Lalu Jatiagung, Palas, Sragi, melaporkan tidak ada perusahaan penambangan batu.

Sedangkan, kecamatan lainnya, seperti Bakauheni, Tanjungbintang, dan Rajabasa, belum menyetor data.

Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian SDA Setkab Lamsel, Eddy Zulkarnain, mengatakan proses pendataan mulai dilakukan sejak akhir Februari 2022 lalu. Namun baru ada enam kecamatan yang menyetor data tersebut.

Padahal, pendataan itu diberikan waktu dua pekan. "Hasilnya hingga pertengahan Juli 2022 ini baru enam kecamatan yang melaporkan data," kata Eddy, Rabu, 20 Juli 2022. 

Menurut dia, pendataan itu untuk menyinkronkan data dari Pemprov. Sebab, Pemkab Lamsel sendiri belum memilik data riil perusahaan batu di Lamsel. Sejauh ini, Pemkab hanya mengandalkan data perizinan dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Lampung berdasarkan data Izin Usaha Pertambangan (IUP). 

Berdasarkan data dari Pemprov itu, terdapat 60 perusahaan penambangan batu yang beroperasi di Lamsel. Hambatan pendataan itu juga dinilai berasal dari pihak perusahaan yang enggan melaporkan aktivitas perusahaan. 

"Kalau dari kecamatan sangat kooperatif. Tapi, karena kewenangan pertambangan ini di bawah provinsi, kadang-kadang perusahaan tidak mau melapor ke kecamatan. Makanya, kami lakukan pendataan supaya punya data riil," kata dia.

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar