#penemuanmayat#beritalampung#beritalamtim

3 Hari Menghilang, Nenek di Pekalongan Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi

( kata)
3 Hari Menghilang, Nenek di Pekalongan Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi
Jasad Mbah Tuginem yang akan dimandikan menjelang pemakaman. Dok/Polsek Pekalongan

Sukadana (Lampostco): Tiga hari menghilang, seorang nenek bernama Tuginem (81), warga Dusun II, Desa Sidodadi, Kecamatan Pekalongan, ditemukan meninggal di dalam saluran irigasi Dusun VI, Desa Sidodadi, Kecamatan Pekalongan, pada Kamis, 25 Juni 2020, sekitar pukul 06.15 WIB.

Jasad Mbah Tuginem pertama kali ditemukan oleh petugas Ili-Ili, Ainun (50), saat sedang mengecek saluran irigasi tersebut.

Kapolsek Pekalongan, AKP Budi Harto, mendampingi Kapolres Lamtim, AKBP Wawan Setiawan menjelaskan kejadian nahas tersebut bermula ketika Mbah Tuginem dilaporkan anaknya tidak pulang ke rumah sejak Selasa (23 Juni 2020), sekitar pukul 14.00 WIB.

"Sejak dilaporkan hilang, petugas dari unsur Polsek Pekalongan, Koramil Pekalongan, pamong desa beserta warga kemudian terus melakukan pencarian. Namun, upaya pencarian yang telah dilakukan selama dua hari itu tak membuahkan hasil," kata dia.

Kemudian, lanjut dia, baru pada hari ketiga atau hari ini, sekitar pukul 06.15 WIB Mbah Tuginem ditemukan. Namun Mbah Tuginem ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi di dalam saluran irigasi di Dusun VI, Desa Sidodadi, Kecamatan Pekalongan.

"Jasad Mbah Tuginem yang mengenakan baju lengan panjang berwarna biru dan celana penajng warna krem itu ditemukan pertama kali oleh petugas Ili-Ili, ketika pagi itu sedang mengecek saluran saluran irigasi tersebut. Penemuan jasad Mbah Tuginem tersebut kemudian dilaporkan ke Pamong Desa dan Polsek Pekalongan," kata dia.

Menerima laporan tersebut petugas beserta pamong desa kemudian turun ke lokasi dan mengevakuasi jasad korban selanjutnya diantarkan ke rumah duka.

Ditambahkan oleh AKP Budi Harto, korban diduga terpeleset dan masuk ke dalam saluran irigasi saat akan ke sawah. 

“Jasad korban setelah dievakuasi lalu diserahkan ke pihak keluarga dan kemudian di makamkan di tempat pemakaman umum desa setempat,” tambah AKP Budi Harto.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar